Sunday, May 5, 2013

Tips Membuka Usaha Peternakan Kambing


Memiliki usaha yang mampu menjadi penopang ekonomi tentu menjadi dambaan hampir semua orang. Jika Anda tinggal di wilayah pedesaan atau pinggiran kota, alternatif jenis usaha yang dapat Anda pilih adalah usaha peternakan kambing. Sebab, di wilayah pedesaan atau pinggiran kota yang belum terlalu padat, lahan untuk usaha peternakan kambing masih relatif banyak tersedia. Demikian juga dengan ketersediaan pakan dan air.


Mengapa usaha peternakan kambing layak ditekuni?

Sebab, pemeliharaan kambing relatif mudah dan kebutuhan pasar akan daging kambing juga terus meningkat. Apalagi, ada masa ketika penjualan kambing begitu tinggi, yaitu menjalang Hari Raya Idhul Aha. Jika Anda berencana tertarik untuk membuka peternakan kambing, berikut tips sukses untuk Anda.

1. Menggali informasi

Membekali diri dengan informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai teknik-teknik usaha peternakan kambing secara intensif dan pemasarannya. Informasi ini bisa didapat dari berbagai media, seperti buku, majalah, tabloid, atau media internet. Mengikuti berbagai pelatihan dan penyuluhan akan membuat perbendaharaan pengetahuan mengenai usaha peternakan kambing menjadi makin banyak.

2. Menyiapkan modal

Tanpa ketersediaan modal, tentu saja usaha peternakan akan sulit untuk diwujudkan. Sumber modal usaha bisa dari dana pribadi, meminjam dari teman atau kerabat, atau kredit dari bank dan kemitraan jika usaha hendak dijalankan dalam skala besar sehingga modal yang diperlukan pun banyak. Untuk memulai usaha peternakan kambing idealnya Anda bisa bekerjasama dengan investor dengan cara sistem bagi hasil, bisa 60:40 atau 50:50 antara anda dan pemilik modal.

3. Menyiapkan kandang

Ketika anda menyiapkan usaha peternakan kambing, sebaiknya kandang kambing dibuat terpisah dari rumah sehingga limbah yang ditimbulkannya tidak mengganggu kesehatan penghuni rumah. Perlu diingat lokasi peternakan kambing harus tetap dalam jangkauan pengawasan Anda sehingga memudahkan kontrol dan penjagaan keamanan ternak. Ukuran kandang harus menyesuaikan dengan jumlah ternak yang akan dipelihara. Bangunan kandang memiliki sirkulasi udara yang bagus dan cukup cahaya matahari. Kebersihan kandang harus selalu dijaga untuk menunjang kesehatan ternak.

4. Memilih bibit

Usaha peternakan kambing Anda mau sukses mendapatkan banyak pembeli? Syaratnya anda harus bisa memilih bibit kambing yang baik, antara lain sehat,  tidak cacat, tidak membawa penyakit menular, bulu bersih dan mengilat, memiliki daya adatapsi yang tinggi terhadap  lingkungan, berasal dari induk dan penjatan yang berkualitas, dan ukuran tubuhnya proporsional.

5. Pemberian pakan

Agar peternakan kambing milik anda dapat mencapai pertumbuhan yang optimal, pemberian pakan harus sesuai kebutuhan, baik kualitas maupun kuantitas.

6. Pengaturan reproduksi peternakan kambik

Sebaiknya diusahakan agar kambing bisa beranak minimal tiga kali setahun.

7. Pemasaran usaha peternakan kambing yang menguntungkan

Kambing dapat dipasarkan pada usia 1 – 1,5 tahun. Agar mendapatkan keuntungan yang maksimal, sebaiknya waktu memulai usaha diperhitungkan agar penjualan ternak kambing dapat dilakukan menjelang Idhul Adha. Selain itu anda harus mulai bekerja sama dengan para pengusaha sate kambing, dengan demikian pemasukan usaha peternakan kambing milik anda tidak hanya menunggu hari raya Idul Adha saja.
“Pak, tapi kalo saya hanya ingin memanfaatkan momentum hari raya Idul Adha bagaimana ya?” Jika demikian maka anda boleh memulai usaha peternakan kambing ini 5-6 bulan sebelum Idul Adha. Belilah kambing yang berumur 10 bulan untuk anda gemukkan, sehingga pada saat hari raya Idul Adha kambing-kambing tadi sudah berumur lebih dari setahun dan siap dijual untuk hari raya kurban.

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Tips Membuka Usaha Peternakan Kambing

Pemilihan Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman


Untuk memilih pupuk , maka harus lebih dulu mengenali tujuan dan target pemupukan. Pertanyaan yang sering muncul adalah ” Apa pupuk yang cocok untuk tanaman saya ” ?, pertanyaan seperti ini sering muncul dari orang yang bergelut dengan  masalah tanaman baik itu para pehobiis tanaman hias atau orang2  yang bergerak dalam usaha pembudi dayaan tanaman atau komoditas pertanian.

Banyak diantara mereka masih sering mencoba-coba berbagai macam pupuk  terlebih dahulu.  Kalau dapat yang tepat sih itu beruntung dan bagus,  akan tetapi yang terjadi justru banyak yang mubazir. Mencoba memang penting akan tetapi bila tidak di imbangi dengan pengetahuan yang tepat hasilnya akan jadi sia-sia, karena bila pemberian pupuk  kurang tepat malahan akan berakibat tanaman akan menjadi mati.

Pada dasarnya pupuk fungsinya sama dengan pemberian nutrisi kepada tanaman.  Namun banyak orang yang tidak paham bagaimana sebaiknya pupuk itu di berikan, sehingga pupuk bisa di manfaatkan secara optimal dan bukan maksimal.  Kelebihan pemupukan adakalanya memberikan efek negatif  terhadap hasil.

Tanaman memiliki tiga fase pertumbuhan yaitu:

- Fase awal pertumbuhan/ pembibitan.

- Fase remaja / perkembangan.

- Fase dewasa / perkembang biakan.

Semua fase mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap pemberian pupuk.  Itu sebabnya langkah utama untuk meningkatkan produksi adalah mengetahui kebutuhan dan pemberian pupuk pada masing-masing fase pertumbuhan tersebut.

Fase Awal Pertumbuhan (Pembibitan)

Pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan media yang baik dalam artian sudah tersedia semua unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman untuk dapat  segera diserap langsung.  di fase ini dianjurkan media sudah dilengkapi dengan pupuk kompos dapat berupa pupuk kandang maupun pupuk organik.

Fase Perkembangan ( Remaja )

Pada fase perkembangan, tanaman membutuhkan tambahan makanan yang banyak mengandung unsur hara N ( Nitrogen ).

fungsinya adalah untuk memicu pertumbuhan dan pembentukan zat hijau daun dimana tempat ini digunakan sebagai dapur untuk memasak hara makanannya.

Fase Perkembangbiakan ( Dewasa )

Pada fase ini tanaman sudah siap untuk berbunga dan berbuah sehingga di butuhkan energi yang banyak selain untuk pertumbuhan juga di pakai untuk perkembang biakannya.  Hara makanan yang di butuhkan adalah yang banyak mengandung unsur P (Phosfor) dan K (Kalium).  Fungsinya adalah untuk menguatkan bunga dan buah agar tidak mudah layu dan rontok.

Pada setiap fase , semua nutrisi tetap di butuhkan.  Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak pada fase perkembangan biakan.  Karena itu penggunaan pupuk yang mengandung nutrisi lengkap tetap harus di berikan pada setiap fase. Agar pemberian pupuk efektif dan efisien, pengaplikasian pupuk perlu di cermati, misalnya pupuk akar, diberikan kedalam tanah dekat akar,  demikian pula untuk pupuk daun ya disemprotkan ke permukaan daun khususnya di balik daun karena di situlah letak stomata (mulut daun) jadi lebih terserap.

Sering kali cara pemakaian pupuk tidak sesuai dengan harapan, oleh sebab itu selain membaca pada label kemasan tentang kandungan nutrisi atau unsur haranya, perhatikan juga penggunaan serta cara aplikasinya, agar tanaman  dapat tumbuh dengan optimal.

Sumber


Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Pemilihan Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman

Friday, May 3, 2013

Penanganan Mencret Pada Sapi

Penanganan mecret pada sapi menjadi sangat penting diketahui setiap peternak sapi potong maupun sapi perah, karena mengobati mencret sapi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan terutama dalam pemberian antibiotic. Kebanyakan peternak sapi memberi obat manusia yang dibeli dari warung ketika sapi mereka mencret, adapun obat yang sering diberikan seperti entrostop, ciba dan lainnya. Secara ilmu
Read more > Penanganan Mencret Pada Sapi

Thursday, May 2, 2013

Panduan Dasar Beternak Burung Parkit


Beternak burung parkit bisa dijadikan mata pencaharian utama maupun sampingan. Untuk bisa menjalankan usaha ini, Anda mesti menguasai minimal dasar-dasar beternak burung parkit. Kesulitan yang kerap dialami peternak atau penangkar partkit antara lain proses perjodohan dan perkawinan, termasuk pemilihan calon induk.
Pemilihan indukan

Calon induk yang mau dipasangkan sebaiknya sudah berusia 5 bulan atau lebih. Pada burung jantan, hal ini bisa dilihat dari bagian pangkal waruh di mana kedua lubang hidung (nostril) berada, yang terlihat berwarna biru tua mengkilat. Adapun pada burung betina terlihat berwarna keputihan. Ciri-ciri fisik lainnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini yang menandakan bahwa burung sudah berusia dewasa dan siap untuk diternak.

Pemilihan indukan baik jantan ataupun betina masih bisa divariasikan dalam pemilihan warnanya, di mana banyak penangkar yang bereksperimen mengawinkan parkit dengan beragam corak dan warna agar bisa menghasilkan anakan yang memiliki warna bagus dan cerah.
Pemilihan Kandang

Apapun jenis kandang yang dipergunakan tidak menjadi soal, apakah mau di kandang soliter, kandang koloni, maupun kandang aviary. Yang penting suhu di dalam kandang selalu dalam kondisi hangat. Jika kandang berada di luar ruangan, Anda bisa memasang lampu UV untuk menghangatkan kondisi di dalam kandang.

Ukuran kandang tergantung dari jenis kandang yang digunakan, serta jumlah burung yang ada di dalamnya. Sebagai contoh, jika menggunakan kandang soliter, Anda bisa menggunakan kandang dengan ukuran 40 x 30 cm2 – tinggi 40 cm, untuk setiap pasangan. Ada yang membangun kandang koloni dengan ukuran 60 x 50 cm2  – tinggi 60 cm, untuk 4 pasangan.

BERBAGAI JENIS KANDANG UNTUK TERNAK PARKIT

Makanan yang dibutuhkan

Makanan utama parkit adalah biji-bijian, dalam hal ini milet putih dan jagung muda. Berikan juga makanan tambahan berupa sayuran hijau seperti kangkung dan tauge. Sediakan tumbukan batu bata merah ataupun pasir untuk membantu pencernaannya, sekaligus mencukupi kebutuhan mineralnya.

Tentu batu bata sudah dicuci dan dikeringkan agar steril, kemudian ditumbuk. Demikian juga pasir, perlu dicuci dan dikeringkan, lalu disaring supaya lebih halus. Disarankan menaburkan multimineral berkualitas seperti BirdMineral pada tumbukan batu bata / pasir.

Untuk melihat manfaat mineral pada burung, silakan cek artikel di sini. Air minum tetap harus disediakan meski dalam jumlah tidak terlalu banyak, karena sebagian kebutuhan air tercukupi dari buah-buahan dan sayuran terutama kangkung dan tauge.

Untuk meningkatkan kesuburan telur, daya tetas, dan kualitas piyikan yang menetas, kedua indukan (baik jantan maupun betina) perlu mendapat asupan bergizi, terutama yang nutrisi yang berkaitan dengan aspek reproduksi (protein, vitamin E dan vitamin K). Untuk memastikan kecukupan nutrisi esesianl tersebut, Anda bisa menggunakan BirdMature, suplemen khusus untuk burung penangkaran, yang bisa dikonsumsi induk jantan maupun betina.

Aneka model glodok


Jangan lupa untuk memasukan beberapa glodok untuk tempat bertelurnya, sesuai dengan jumlah pasangan yang berada dalam kandang penangkaran tersebut. Untuk ukuran, bahan dan bentuknya ada banyak ragam. Jadi silakan memilih yang kira-kira sesuai dengan keinginan Anda.

ANEKA MODEL GLODOK UNTUK PARKIT


Jika semua kebutuhan sudah disiapkan, dan induk sudah dimasukkan ke kandang penangkaran, tugas kita selanjutnya adalah menunggu mereka bertelur, namun tetap memantau perkembangan dan mengganti air minum dan pakan segar setiap harinya.

Untuk kandang soliter, di mana satu kandang hanya berisi 1 pasangan saja, terkadang muncul problem burung susah sekali berjodoh. Untuk mengatasinya, pisahkan dulu induk jantan dan pindahkan ke sangkar / kandang lain, sambil diterapi dengan TestoBird yang akan meningkatkan birahinya.

Adapun betina tetap di kandang penangkaran, dan diterapi dengan Estrobird yang juga akan membuatnya tak menolak lagi saat dikawini burung jantan. Dekatkan sangkar jantan ke kandang betina, selama 1-2 hari. Setelah tanda-tanda birahi makin terlihat, masukkan kembali parkit jantan ke kandang betina.

Jika sudah bertelur, biasanya induk jantan dan betina akan bergantian mengerami terlurnya, dan setelah 15 hari telur akan menetas. Pada masa-masa itulah burung jantan akan memberi makanan kepada bininya, lalu burung betina memberikan makanan dalam bentuk lolohan kepada anak-anaknya hingga berumur 3 minggu.

Setelah itu, burung jantanlah yang bertugas memberi makan anak-anaknya hingga bulu-bulunya makin rapi, atau ketika anakan sudah berumur 5-6 minggu.

    Tips:

    Jika ingin membuat jinak anak parkit, bahkan bisa dilatih berbagai atraksi , Anda bisa mengambil mereka lalu mengajaknya bermain selama 10 menit tiap hari. Anak parkit minimal sudah berusia 2 mingguan.

Apabila anakan parkit sudah mulai keluar dari sarang dan bisa mencari makan sendiri, maka mereka bisa dipisahkan dari induknya untuk dimasukan dalam kandang terpisah. Atau, bisa juga dijual ke pelanggan Anda.

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Panduan Dasar Beternak Burung Parkit

Cara Mendesain Jaringan Irigasi

Ketika kita masih dibangku sekolah dasar (SD), kita sering membaca bahwa negara indonesia adalah negara agraris. Yaitu negara yang sebagian besar  penduduknya adalah petani. Pertanian adalah pokok penghasilan sebagian warga Indonesia. Dan seorang pekerja teknik sipil dituntut untuk membantu memajukan pertanian indonesia, yaitu dengan membangun irigasi untuk memenuhi kebutuhan air di area pertanian (perswahan).
Jaringan irigasi merupakan kumpulan beberapa beberapa saluran yang membawa air dari bangunan pengambilan ke sawah-sawah hingga ke petak tersier. Saluran terdiri dari saluran pembawa dan saluran pembuang. Saluran pembawa berfungsi membawa dengan debit tertentu (sesuai kebutuhan suatu area irigasi), dan saluran pembuang berfungsi untuk membuang air sisa pemakaian tanaman, kelebihan air, dan pergantian air.

Saluran terdiri dari saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier, dan saluran kuarter. Saluran primer membawa air untuk melayani seluruh area sawah. Saluran sekunder membawa air untuk melayani beberapa petak sawah tersier (petak sawah sekunder terdiri dari beberapa petak tersier). Saluran tersier berukuran lebih kecil dari saluran sekunder dan saluran primer. Saluran tersier hanya melayani satu petak tersier. Satu petak tersier sawah berkisar antara 50 – 100 ha.

Adapun hal yang harus diperhatikan dalam merencanakan jaringan irigasi adalah trase posisi saluran ditempatkan dan ukuran (dimensi) saluran.

    Trase saluran

Trase adalah garis ketinggian atau elevasi muka tanah yang terdapat pada peta situasi sungai dimana akan ditempatkan saluran. Trase saluran primer sebaiknya berada pada elevasi yang lebih tinggi dari saluran lainya, agar air dapat mengalir secara gravitasi dan biaya juga lebih ekonomis.

    Dimensi Saluran


Dimensi saluran adalah ukuran (tinggi dan lebar) saluran yang direncanakan untuk mengalirkan air ke sawah-sawah. Saluran didimensikan berdasarkan kebutuhan air sawah dan debit air yang tersedia pada bangunan pengambilan.

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Cara Mendesain Jaringan Irigasi

Wednesday, May 1, 2013

Dirintis Sekolah Peternakan Rakyat

Dinas Peternakan (Disnak) Sumsel bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan program sekolah peternakan rakyat (SPR). Melalui program ini, ditarget 900 ekor sapi dilahirkan dalam waktu satu tahun dari daerah sasaran. Program ini diadakan guna mengatasi masalah kelangkaan daging sapi di Sumsel. Guru Besar IPB, Prof Dr Mulatno didampingi Kadisnak Sumsel Ir Asrillazi Rasyid mengatakan, dalam program itu pihaknya menerapkan rumus 1.000, 100, 10, 1,  yang berarti nantinya minimal disiapkan 1.000 ekor sapi betina produktif,  maksimal 100 sapi pejantan, 10 strategi. dan 1 visi.
Dengan memaksa 1.000 sapi betina berkumpul dalam satu “manajemen” dan kemungkinan akan melibatkan sekitar 200 peternak sapi. Pihaknya kemudian mentransfer teknologi serta ilmu peternakan kepada setiap peternak bagaimana meningkatkan populasi sapi yang ada saat ini. Adapun 10 strategi yang akan diterapkan, di antaranya program populasi berencana, peningkatan kinerja reproduksi, pengendalian dan pencegahan penyakit, peningkatan kualitas pakan dan optimalisasi lahan. “Dari sekitar 160 ribu meter persegi lahan yang ada, 70 persen masih tak terpakai. Di sana akan kita tanami pakan-pakan berkualitas,” ujar Mulatno.
Strategi lainnya, mengubah limbah pertanian menjadi pakan bergizi, menerapkan program kemuliaan ternak, pemantapan produktivitas ternak, dan manajemen pengelolaan ternak. “Nantinya, mereka (para peternak) diorganisir dan akan dibuat perusahaan sapi secara kolektif. Akan ada juga dewan pewakilan pemilik ternak dalam kelompok itu,” bebernya. Meski dibentuk suatu sekolah, namun pada dasarnya para peternak tetap dapat menempatkan ternaknya di rumah masing-masing. Bedanya, mereka akan diberikan pakan berkualitas tinggi. Yang jelas, para peternak akan diberikan ilmu peternakan sehingga mereka bersemangat untuk sekolah.

“Kita tak membangun secara fisik, namun yang kita berikan berupa transfer teknologi kepada mereka agar mereka dapat berbisnis secara kolektif lewat SPR itu,” tutur Mulatno. Ia memprediksi, dalam kurun waktu satu tahun, sistem yang dibangun sudah dapat berjalan dan tahun kedua tinggal pemantapan. Tahun ini, program tersebut akan dilaksanakan pada tiga daerah yakni  Banyuasin, Muba, dan OKI. “Ini merupakan program skala nasional dan Sumsel yang pertama kali menerapkannya,” jelasnya. Program ini juga akan terus dikembangkan di kabupaten lainnya bahkan hingga ke luar Sumsel.

Peran pemerintah, memberikan bantuan berupa unit layanan kesehatan hewan yang dapat dijadikan pusat kesehatan bagi ternak-ternak yang ada. Sementara itu, promotor program SPR, Rusli menambahkan, Sumsel menjadi daerah pertama yang akan mengimplementasikan SPR di Indonesia. “Pemerintah Sumsel benar-benar aktif dalam memajukan pembangunan, khususnya di bidang peternakan,” cetusnya.

Kadisnak Sumsel, Ir Asrillazi Rasyid mengatakan, suatu kebanggaan Sumsel jadi pionir program SPR ini. Semula tiga daerah pertama yang dipilih yakni Banyuasin, Muba dan Ogan Ilir. ”Tapi karena Ogan Ilir belum siap, kita alihkan ke OKI. Tahun depan, akan ditambah delapan daerah lagi menjadi 11 kabupaten/kota,” katanya. Tak hanya SPR, Sumsel juga akan membangun rumah sakit khusus hewan. Ini untuk mendukung berdirinya fakultas kedokteran hewan di Sumsel. Lahan untuk rumah sakit hewan ini di kawasan Km 5. ”Sudah disiapkan dana awalnya Rp6 miliar. Kita akan bangun juga laboratorium kesehatan hewan,” tukas Asrillazi

Blog Ini Didukung Oleh :

Read more > Dirintis Sekolah Peternakan Rakyat

Pendidikan Pertanian Belum Fokus


Julukan Indonesia sebagai negara agraris bukanlah jaminan untuk mencukupi kebutuhan pangan. Bahkan pada bidang komoditi pangan pokok, Indonesia masih harus impor dari negara lain. Rektor Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta Dr Purwadi Ms menilai persoalan pangan yang masih menjadi kendala di Indonesia, disebabkan sistem pendidikan yang belum memunculkan pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan. Meskipun pada kenyataannya terdapat sejumlah perguruan tinggi yang memiliki fakultas di bidang pertanian.
”Saya khawatir mereka yang kuliah di perguruan tinggi negeri masih berpikiran pada orientasi pangan, karena kompentensinya masih mengekor pada program pemerintah,” jelas Purwadi, di Instiper, Rabu 16 Januari 2013. Menurut Purwadi, fakultas pertanian yang ada saat ini masih belum fokus pada satu kompetensi tertentu. Karena pendidikan pertanian yang diajarkan masih bersifat umum. Seharusnya, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berani mendorong fakultas pertanian di daerah, untuk fokus dalam pengelolaan potensi daerah.

"Seperti contohnya, bila Sumatera kaya akan karet, kopi dan tebu seharusnya di perguran tinggi di sana fokus pada pengembangan produk lokal daerah. Atau yang di Sulawesi belajar soal kakao,” ujarnya. Menurut Purwadi, seandainya Indonesia berani melakukan reposisi tersebut maka hasil sumber daya alam luar biasa tersebut tidak akan terkejar oleh negara lain. Dengan kondisi sumber daya alam yang ada sekarang, pria asal Magetan ini yakin, Indonesia mampu mengendalikan bahan pangan berbasis pertanian yang ada di dunia.

”Seharusnya Indonesia bisa mengendalikan bila faktor-faktor produksinya dikelola dengan baik. Indonesia kan salah satu negara penghasil kelapa sawit dan kakau terbesar di Indonesia,” jelasnya.  Diungkapkan Purwadi, dahulu Vietnam banyak belajar tentang pertanian kopi dari Indonesia. Sekarang, justru produksi vietnam di atas Indonesia. Ini karena Vietnam cukup fokus meningkatkan produksi kopi yang di dukung hasil riset dari perguruan tinggi.

Di Instiper sendiri, Purwadi menerangkan, sudah melakukan pengembangan pendidikan berdasarkan kompetensi tertentu, yakni perkebunan kelapa sawit. Prodi-prodi yang diselenggarakan pun berkaitan dengan kelapa sawit. ”Daya serap lulusan sangat cepat. Ini dibuktikan setelah ujian akhir banyak mahasiswa Instiper yang sudah bekerja di industri-industri kelapa sawit,” terangnya.

Karenanya, Purwadi mendorong kepada perguruan tinggi lain untuk menyelesaikan persoalan pertanian bersama-sama. ”Kami tidak merasa takut tersaingi. Di bidang perkebunan sawit saja kami menguasai,” ujarnya.

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Pendidikan Pertanian Belum Fokus
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo