Showing posts with label Pupuk. Show all posts
Showing posts with label Pupuk. Show all posts

Sunday, May 5, 2013

Pemilihan Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman


Untuk memilih pupuk , maka harus lebih dulu mengenali tujuan dan target pemupukan. Pertanyaan yang sering muncul adalah ” Apa pupuk yang cocok untuk tanaman saya ” ?, pertanyaan seperti ini sering muncul dari orang yang bergelut dengan  masalah tanaman baik itu para pehobiis tanaman hias atau orang2  yang bergerak dalam usaha pembudi dayaan tanaman atau komoditas pertanian.

Banyak diantara mereka masih sering mencoba-coba berbagai macam pupuk  terlebih dahulu.  Kalau dapat yang tepat sih itu beruntung dan bagus,  akan tetapi yang terjadi justru banyak yang mubazir. Mencoba memang penting akan tetapi bila tidak di imbangi dengan pengetahuan yang tepat hasilnya akan jadi sia-sia, karena bila pemberian pupuk  kurang tepat malahan akan berakibat tanaman akan menjadi mati.

Pada dasarnya pupuk fungsinya sama dengan pemberian nutrisi kepada tanaman.  Namun banyak orang yang tidak paham bagaimana sebaiknya pupuk itu di berikan, sehingga pupuk bisa di manfaatkan secara optimal dan bukan maksimal.  Kelebihan pemupukan adakalanya memberikan efek negatif  terhadap hasil.

Tanaman memiliki tiga fase pertumbuhan yaitu:

- Fase awal pertumbuhan/ pembibitan.

- Fase remaja / perkembangan.

- Fase dewasa / perkembang biakan.

Semua fase mempunyai respon yang berbeda-beda terhadap pemberian pupuk.  Itu sebabnya langkah utama untuk meningkatkan produksi adalah mengetahui kebutuhan dan pemberian pupuk pada masing-masing fase pertumbuhan tersebut.

Fase Awal Pertumbuhan (Pembibitan)

Pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan media yang baik dalam artian sudah tersedia semua unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman untuk dapat  segera diserap langsung.  di fase ini dianjurkan media sudah dilengkapi dengan pupuk kompos dapat berupa pupuk kandang maupun pupuk organik.

Fase Perkembangan ( Remaja )

Pada fase perkembangan, tanaman membutuhkan tambahan makanan yang banyak mengandung unsur hara N ( Nitrogen ).

fungsinya adalah untuk memicu pertumbuhan dan pembentukan zat hijau daun dimana tempat ini digunakan sebagai dapur untuk memasak hara makanannya.

Fase Perkembangbiakan ( Dewasa )

Pada fase ini tanaman sudah siap untuk berbunga dan berbuah sehingga di butuhkan energi yang banyak selain untuk pertumbuhan juga di pakai untuk perkembang biakannya.  Hara makanan yang di butuhkan adalah yang banyak mengandung unsur P (Phosfor) dan K (Kalium).  Fungsinya adalah untuk menguatkan bunga dan buah agar tidak mudah layu dan rontok.

Pada setiap fase , semua nutrisi tetap di butuhkan.  Hanya saja jumlahnya tidak sebanyak pada fase perkembangan biakan.  Karena itu penggunaan pupuk yang mengandung nutrisi lengkap tetap harus di berikan pada setiap fase. Agar pemberian pupuk efektif dan efisien, pengaplikasian pupuk perlu di cermati, misalnya pupuk akar, diberikan kedalam tanah dekat akar,  demikian pula untuk pupuk daun ya disemprotkan ke permukaan daun khususnya di balik daun karena di situlah letak stomata (mulut daun) jadi lebih terserap.

Sering kali cara pemakaian pupuk tidak sesuai dengan harapan, oleh sebab itu selain membaca pada label kemasan tentang kandungan nutrisi atau unsur haranya, perhatikan juga penggunaan serta cara aplikasinya, agar tanaman  dapat tumbuh dengan optimal.

Sumber


Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Pemilihan Pupuk Yang Tepat Untuk Tanaman

Sunday, April 28, 2013

Manfaat Pupuk Organik


Sangat jarang dan mungkin sangat sedikit petani yang menyadari bahwa tumbuhan memerlukan bahan organik untuk kelangsungan hidupnya. Tidak sedikit petani yang beranggapan bahwa bila menggunakan pupuk kimia yang banyak maka akan memperoleh hasil yang sangat banyak pula.

Pada saat ini banyak sekali para pelaku (petani) yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya, dan mempunyai kecendrungan akan semakin banyak memberi pupuk kimianya, dikarenakan hasil yang diharapkan tinggi akan tetapi dari waktu kewaktu bukannya meningkat malah semakin menurun.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian, menunjukkan data yang sangat mengerikan terhadap lahan pertanian kita, banyak lahan dinegara Indonesia memiliki kadar bahan organok yang kurang dari 1 %. Sedangkan dari berbagai pengalaman dan penelitian para ahli menyatakan kadar bahan organik yang tinggi dalam tanah akan sangat membantu memaksimalkan hasil yang didapat pelaku usaha (petani).

Sedikit sejarah Indonesia tentang kebutuhan Pupuk


Sebelum masa kemerdekaan Indonesia, para petani sangat senang menggunakan pupuk organik dalam melakukan budidaya pertanian dibandingkan dengan pupuk Anorganik (Kimia). Namun fakta menjadi terbalik ketika pada tahun 1960-an petani  mulai banyak menggunakan bahan kimia dalam melakukan budidaya petanian, yang lebih mengkhawatirkan  lagi peran dari pupuk organik menjadi dianggap tidak ada peran dalam budidaya pertanian sehingga banyak petani yang mengabaikannya.

Produksi pupuk Kimia pun dari waktu kewaktu semakin berkembang sangat pesat, sehingga bila di hitung secara harga, maka pupuk anorganik (kimia) menjadi sangat lebih murah dibandingkan dengan pupuk organik.

Dan didukung dengan di temukannya banyak varietas-varietas unggul yang dari berbagai penelitian lebih banyak yang cocok dan baik bila menggunakan pupuk anorganik (kimia). Sehingga mengakibatkan banyak kenyataanya ditemukan lahan pertanian yang terdegradasi, sehingga mengakibatkan merosotnya kadar dari bahan organik dari lahan pertanian.

Solusi Mengatasi Kemunduran Bahan Organik di Lahan Pertanian

Fakta di kemukanan oleh banyak para ahli  yang menyatakan bahwa lahan pertanian sebenarnya membutuhkan pupuk organik sebagai sumber pupuk dan zat hara, bukan dari pupuk buatan atau pupuk kimia. Pupuk Organik juga sangat bermanfaat sebagai soil ameliorant atau memperbaiki kualitas dari tanah sebagai lahan pertanian.

Penggunaan Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan salah satu pupuk organik yang diperoleh dan didapat di lahan pertanian dengan biaya sangat murah dan  mudah. Sumber dari pupuk hijau dapat diambil dan di peroleh dari tumbuhan atau tanaman yang tidak bermanfaat (yang biasanya dibakar oleh petani). Selain itu juga dapat diperoleh dari sisa-s9sa tanaman yang merupakan sisa dari panen. Cara paling mudah pengolahan dari pupuk hijau adalah dengan cara membenamkan bahan baku atau dengan cara dilakukan dikomposkan untuk hasil yang lebih cepat.

Manfaat Pupuk Organik  (Pupuk Hijau)
  • Manfaat yang akan dirasakan oleh petani adalah meningkatnya produktivitas dari lahan pertanian. Karena dengan meningkatnya kadar kandungan bahan organik dan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dengan sendirinya akan memperbaiki sifat, kimia dan biologi tadi tanah atau lahan pertanian.
  • Manfaat lain yang dirasakan yaitu semakin mudahnya melakukan pengolahan lahan karena tanah semakin baik.
  • Harga pupuk organik lebih murah dan sangat mudah didapat dari alam.
  • Pupuk organik mengandung unsur mikro yang lebih lengkap dibandingkan dengan pupuk kimia.
  • Pupuk organik akan memberikan kehidupan badi mikroorganisme tanah.
  • Kelebihan lain dari pupuk organik yaitu mempunyai kemampuan dalam memobilisasi atau menjembatani hara yang ada di tanah sehingga akan membentuk partikel ion yang mudah diserap oleh tanaman
  • Mempunyai kemampuan dalam melepas hara tanah dengan sangat perlahan dan terus menerus, seihngga akan membantu mencegah terjadinya kelebihan suplai hara yang membuat tanaman keracuanan.
  • Mampu menjaga kelembaban dari tanah, sehingga akan mengurangi tekanan atau tegangan struktur tanah pada tanaman.
  • Mampu membantu mencegah erosi lapisan atas tanah.
  • Mampu menjaga dan merawat tingkat kesuburan tanah.
  • Memberi manfaat  untuk kesehatan manusia, karena banyak kandungan nutrisi dan lebih lengkap dan lebih banyak
Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Manfaat Pupuk Organik
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo