Thursday, May 9, 2013

Tingkah Laku Reproduksi Kambing


Pentingnya mengetahui tingkah laku reproduksi kambing bagi seorang peternak sama halnya dengan mengetahui pemberian pakan yang tepat untuk ternak kambing. Seorang peternak kambing dalam meningkatkan produksi dan populasi haruslah mengawinkan kambing tersebut baik secara inseminasi buatan maupun secara alami. Saat ini ada beberapa semen beku untuk insemiasi kambing seperti, bibit kambing etawa,
Read more > Tingkah Laku Reproduksi Kambing

RESEP AYAM BAKAR SPESIAL


Kumpulan Resep Masakan Nusantara - Bahan yang diperlukan untuk membuat Ayam Kampung Bakar Spesial: 
  • 1 ekor ayam kampung dipotong menjadi 4 bagian
  • 3 biji asam jawa, seduh menggunakan air panas
  • 300 ml air
  • 3 sdm kecap manis
  • 2 lembar daun salam
Bumbu yang dihaluskan:
  • 4 btr bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 8 buah cabai merah
  • 2 cm jahe
  • 1 cm kunyit
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 2 cm lengkuas
  • 1 sdt gula pasir
  • 1,5 sdt garam
Cara Memasak Ayam Kampung Bakar Spesial:
  1. Baluri ayam dengan bumbu yang sudah di haluskan, diamkan selama 30 menit.
  2. Masukkan ayam yg telah dibaluri bumbu kedalam wajan yang berisi air, daun salam, kecap manis dan air asam. Masak sampai daging empuk dan kuah berkurang, angkat.
  3. Kemudian bakar ayam kampung di atas bara api sampai kering.
  4. Angkat dan sajikan bersama sambal dan lalapan.

Selamat mencoba Resep Ayam Kampung Bakar Spesial ala Resep Hari Ini..!!
Read more > RESEP AYAM BAKAR SPESIAL

Tuesday, May 7, 2013

Pengendalian Hama Tikus

 
Diantara berbagai jenis hama, tikus (rattus argentiventer) merupakan hama yang paling menjengkelkan karena sulit diberantas. Tikus merupakan binatang bersifat jera hama, yaitu tidak akan memangsa umpan beracun yang sama bila ia pernah memakannya. Perkembangbiakannya pun sangat cepat. Dalam setahun sepasang tikus mampu beranak hingga 1.270 ekor.
Tikus menyerang tanaman padi mulai dari yang masih di persemaian, stadia vegetatif sampai setelah membentuk biji. Artinya, tikus sangat menyukai daun, batang, maupun biji padi. Dalam pengendaliannya, sebaiknya dilakukan dengan cara-cara terpadu.

Teknik Budidaya

Pengendalian dengan cara ini adalah melakukan penanaman padi secara serentak agar serangan hama tidak mengarah hanya pada beberapa petak sawah saja. Idealnya, penanaman serentak dilakukan pada sawah seluas 20 hektar. Bila penanaman serentak tidak mungkin dilakukan karena petani di sekitar areal persawahan kita tidak mau melakukannya maka dengan teknik ini setidaknya sudah dapat mengurangi intensitas serangan hama tikus.

Cara Biologis

Pengendalian secara biologis antara lain membiarkan berbagai hewan predator tikus seperti ular sawah dan burung hantu hidup di sekitar aral persawahan.

Cara Fisik

Pengendalian tikus secara fisik dilakukan dengan cara pemasangan perangkap. Perangkap tikus berupa anyaman kawat besi — banyak dijual di pasaran — yang di dalamnya diberi umpan.

Untuk menghemat, perangkap bisa dibuat sendiri dari batang bambu. Caranya, batang bambu berdiameter 9 cm dipotong sepanjang 30 cm. Salah satu ujungnya harus tertutup ruas dan ujung lainnya terbuka (mirip lubang). Setelah dinding bambu diolesi lem tikus, masukan umpan ke dalamnya. Tikus akan tertarik untuk masuk lubang dan tubuhnya melekat pada lem.

Selain dengan lem, bagian dalam batang bambu juga bisa diolesi bubur kanji yang sudah dicampur dengan gerusan cabe rawit. Namun, batang bambu yang digunakan untuk cara ini kedua ujungnya harus terbuka. Letakan perangkap ini di depan lubangnya atau pada tempat-tempat yang sering dilalui tikus. Tikus yang melewati terowongan bambu tersebut akan terkena kanji pedas sehingga matanya menjadi buta dan akhirnya mati.

Bisa juga tikus diberi umpan dengan menggunakan umbi gadung. Bila tujuannya untuk menekan perkembangbiakan tikus, umbi yang digunakan adalah umbi gadung KB (dioscorea composita). Sementara bila tujuannya untuk mengurangi populasinya, umbi yang digunakan harus umbi gadung racun (dioscorea hispida). Pemberian umpan ini yang terbaik saat tanaman berada pada fase vegetatif. Bila umpan diberikan pada fase generatif, umpan tidak akan dimakan karena tikus lebih tertarik pada bulir padi.

disamping menggunakan perangkap dan umpan, cara lain adalah dengan menggunakan buah jengkol atau mengkudu yang sudah hampir busuk. Kedua buah tersebut menyebarkan aroma bau tidak sedap yang tidak disukai tikus. Cara penggunaannya adalah dengan mengiris-irisnya, lalu disebarkan di areal sawah yang diserang tikus.

Cara Mekanis

Pengendalian secara mekanis adalah melakukan upaya goropyokan, yaitu memburu tikus dengan menghancurkan atau membongkar sarang-sarang tikus yang ada di sekitar areal persawahan. Biasanya dari sarang tersebut tikus akan keluar. Selain pembongkaran, cara lain untuk mengeluarkan tikus dari sarangnya dengan pengomposan atau pengasapan belerang.

Tikus yang keluar dari sarangnya harus langsung ditangkap dengan cara diburu. Untuk memudahkan dalam perburuan bisa menggunakan bantuan anjing. Supaya lebih efektif, sebaiknya dilalukan secara bersama-sama dengan petani lain. Akan lebih baik lagi apabila kegiatan ini dilakukan oleh petani yang berbeda di areal yang berbeda pula. Namun, jika hal ini tidak bisa dilakuakan maka perlakuan di areal yang sama pun setidaknya dapat mengurangi populasi tikus.

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Pengendalian Hama Tikus

Menangkar Uang Bersama Murai Batu

 
Copsychus malabaricus, alias murai batu, disebut-sebut Encyclopedia of Bird sebagai salah satu burung kicauan paling lihai sedunia. Suara burung murai batu memang sangat merdu dan bervariasi. Di Indonesia, terdapat beberapa jenis burung murai batu. Misalnya, murai batu medan, murai batu aceh, murai batu lampung, murai batu lahat, murai batu jambi, dan murai batu borneo. Murai batu asal Aceh dan Medan dikenal dengan suara kicauan yang berkualitas. 
Beberapa keunggulan murai batu antara lain, mudah beradaptasi, sangat kompetitif di arena, dan daya reproduksinya tinggi. Selain itu, akibat kemampuan beradaptasi yang tinggi, burung ini mudah dijinakkan. Penggemar fanatik murai batu semakin lama semakin tersebar luas ke pelosok daerah. Hal ini terjadi seiring dengan menanjaknya popularitas murai batu lewat kontes burung kicauan. Dampaknya, nilai ekonomi murai batu pun terus menanjak tinggi karena burung ini banyak diminati. Dahulu, bibit murai dengan asal-usul yang jelas diperoleh dengan mendatangkan atau membeli langsung burung jantan dan betina dari daerah asalnya. 

Namun, kini semakin sulit mendapatkan murai hasil tangkapan. Di sisi lain, murai ring, alias murai hasil tangkaran, masih jarang di pasaran. Inilah yang menjadikan usaha penangkaran murai batu masih sangat prospektif. Di pasaran, harga anakan hasil breeding berumur 2-3 bulan minimal Rp2-3 juta per ekor. Adapun murai yang sudah dimaster berumur 4 bulan, nilai jualnya Rp3-5 juta per ekor. Bahkan, murai yang sudah tampak ‘bertalenta’ bisa dihargai Rp10-15 juta per ekor. Nilai jual murai batu tentu menjadi lebih tinggi bila sudah terkenal di arena kontes. Intinya, berapa pun harga yang ditetapkan oleh penangkar, murai mania tidak akan keberatan asal kualitas anakannya memang bagus.

Prospek yang menjanjikan tersebut tentu sangat menggiurkan. Namun, banyak hobiis yang mengatakan bahwa menangkar murai batu sangat sulit. Padahal, asalkan tepat dalam memilih induk yang berkualitas dan perawatannya sesuai, menangkarkan murai batu bukanlah hal yang mustahil. Jangan lupa untuk menyediakan pakan yang berkualitas, baik pakan alami maupun pakan buatan. Contoh pakan alami yang diberikan antara lain, kroto, telur atau anak tawon, jangkrik, dan ulat hongkong. Adapun pakan buatan yang dapat diberikan misalnya, campuran dari telur, madu, tepung ikan, tepung cacing, susu bubuk, tepung kacang hijau, tepung roti, dan tepung beras merah yang dijadikan adonan dan kemudian dikeringkan. Jika kebutuhan nutriennya sudah terpenuhi, dijamin murai batu dapat berkembang secara optimal dan mendatangkan keuntungan bagi penangkarnya. Siapkah Anda menjadi penangkar murai batu?

Sumber
Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Menangkar Uang Bersama Murai Batu

Menjadi Miliarder Ala Peternak Bebek

 
Beternak bebek sebenarnya selalu dalam siklus yang menguntungkan. Dari telur bisa ditetaskan, dari anak bebek betina bisa dikembangkan untuk bebek produksi atau petelur. Untuk anak bebek jantan, bisa dibesarkan menjadi bebek pedaging. Sedangkan telur yang tidak bisa ditetaskan, bisa diolah menjadi telur asin. Itik atau lebih dikenal dengan nama Bebek—nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara yang disebut itik liar (Anas Moscha). Kemudian terus menerus dijinakkan oleh manusia, sehingga menjadi hewan ternak yang disebut Anas Domesticus. Untuk Bebek lokal Indonesia disebut Indian Runner (Anas Javanico).
Berdasarkan daya adaptasi terhadap lingkungan sekitarnya, bebek mempunyai ciri-ciri khas yang berbeda pada setiap daerah di Indonesia. Di antara bebek lokal unggul dan cukup populer di tengah masyarakat adalah Itik Mojosari. Secara fisik, bentuk itik Mojosari relatif lebih kecil dibandingkan dengan itik petelur lokal lainnya, warna bulu kemerahan dengan variasi cokelat, hitam, putih, serta paruh dan kaki berwarna hitam. Dan sentra Itik Mojosari itu terletak di desa Modopuro. Di desa ini, tidak ada anggota masyarakat yang menganggur. Semuanya hidup dari itik. Baik pemeliharaan itik, pembuatan telur asin, penjualan bebek goreng, serta pembuatan bebek asap. Bahkan, salah satu dusunnya bernama “Bebekan” berasal dari kata “Bebek”.

Menurut Ibu Suhartatik, bendara Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) Jawa Timur yang tinggal di Modopuro, beternak bebek itu gampang-gampang susah. Gampang, kalau kita tahu cara pemeliharaannya dan mengetahui pakan yang berkualitas serta ekonomis. Dan susah, kalau kita hanya mengharapkan keuntungan, tanpa mengetahui teknis pemeliharaannya. Ibu Suhartatik telah menggeluti ternak bebek ini sejak tahun 1970-an. Dan baru pada tanggal 15 Juni 1998, mendirikan kelompok ternak Itik “Lestari Sejahtera”, yang beranggotakan 37 orang. Pada tahun 2003, ia mewakili Kelompok Tani Ternak Itik (KTTI) desa Modupuro, dan meraih peringkat terbaik di tingkat Nasional.

Sejak tahun 2000-2004, usaha ibu Suhartatik mendapat pinjaman modal dari bank Jatim dalam program “Pundi Kencana” sebesar 5-30 juta. Usahanya pun terus berkembang. Saat ini, ia telah menembangkan ternak bebeknya secara terpadu. Baik dari bebek produksi/petelur, penetasan telur bebek, induk bebek siap telur, telur asin, pembesaran pejantan/pedaging, bahkan sampai pada jual beli pakan ternak.

Mempersiapkan Pakan Bebek

Untuk bebek produksi, ketua kelompok “Lestari Sejahtera” ini memelihara sekitar 4.000 ekor bebek. Dengan kapasitas produksi 70-80 persen sehari, setidaknya 2.800-3.600 butir telur dihasilkan. Dengan harga Rp 1.400 per butir, dalam sehari berarti terkumpul dana 4-5 juta rupiah. Dalam sebulan, omzet untuk bebek petelurnya mencapai 120-150 juta rupiah. Untuk usaha penetasan telur, dalam tiga hari sekali, usahanya telah mampu memproduksi 15 kotak atau setara dengan 3.500 ekor bibit bebek. Dengan harga jual Rp 4.300 untuk bibit betina, maka dalam tiga hari pemasukan dananya sebesar 15 juta rupiah. Dalam sebulan, berarti omzetnya mencapai 150 juta rupiah.

Sedangkan untuk bebek pejantan/pedaging, ibu Suhartatik lebih memilih bisnis jual beli saja daripada membesarkan. Dalam waktu seminggu, ia mampu menjual 2.200 ekor bebek pedaging. Dengan harga jual Rp 28.000 per ekor, berarti perputaran modalnya mencapai 61 juta rupiah. Dalam sebulan, total omzetnya sekitar 246 juta rupiah. Belum lagi pemasukan dari usaha telur asin, induk bebek siap telur, bebek segala umur, dan penjualan berbagai jenis pakan ternak bebek. Ia mengaku, dalam sebulan, omzetnya bisa mencapai 1 miliar rupiah. Sebuah angka yang cukup fantastis, untuk pengusaha ternak yang hidup di pedesaan.

Kini, Pemkab Mojokerto telah mendirikan kios penjualan ternak itik dan telur asin di desa tersebut. Selain itu, Desa Modopuro sering mewakili Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur dalam pameran-pameran produk unggulan. Karena memang, Itik Mojosari ini sudah menjadi ikon Kabupaten Mojokerto dan Jawa Timur. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh itik Mojosari, maka tak mengherankan kalau itik di daerah ini menjadi objek uji coba untuk pengembangan itik lokal. Sejak tahun 1996, Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor telah melakukannya.

Tidak hanya itu, tempat ini juga sering menjadi tempat penelitian mahasiswa jurusan peternakan dari beberapa Universitas ternama negeri ini, seperti Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Udaya Bali, dan beberapa Universitas lainnya. Misalnya, skripsi dari Idris Prahoro, mahasiswa angkatan 2001 Universitas Muhammadiyah Malang ini, mengambil judul Pengaruh Penggunaan Berbagai Jenis Desinfektan pada Telur Tetas Itik Mojosari terhadap Fertilitas, Daya Hidup Embrio, dan Daya Tetas.

Dan juga M. Dewantari, dari Jurusan Produksi Ternak, Universitas Udayana, yang mengadakan penelitian berjudul Kelenturan Fenotipik Sifat-Sifat Reproduksi Itik Mojosari, Tegal, dan Persilangan Tegal-Mojosari sebagai Respons terhadap Aflatoksin dalam Ransum. Secara nasional, ternak bebek menyumbang 22 persen dari total produksi telur nasional, dan 1,5 persen dari total produksi daging unggas nasional. Berdasarkan Rencana Strategis Departemen Pertanian 2010-2014, ternak bebek diharapkan bisa naik 3,71 persen. Dari 29 ribu ton produksi di tahun 2010, menjadi 33 ribu ton di tahun 2014. Dan Jawa Timur ditargetkan mengalami kenaikan produksi dari 1,408 ton di tahun 2010, menjadi 1,476 ton di tahun 2014.

Dengan demikian, lima tahun ke depan, empat target utama kementerian Pertanian bisa direalisasikan. Yaitu pertama, pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan. Kedua, peningkatan diversifikasi pangan. Ketiga, peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor. Dan keempat, peningkatan kesejahteraan petani.

****

Keuntungan Beternak Bebek

Sampai saat ini, budidaya bebek masih menjadi pilihan daripada memelihara unggas lainnya. Karena, bebek memiliki daya tahan yang cukup tinggi dari serangan penyakit, termasuk flu burung. Ini tak terlepas dari faktor bawaan (carrier) bebek yang memang memiliki kekebalan terhadap serangan virus tersebut. Di samping itu, budidaya bebek juga memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dari segi pemeliharaan, beternak bebek memang lebih mudah dibandingkan dengan beternak ayam. Di samping kegiatan yang dilakukan lebih sedikit, beternak bebek juga tidak dipusingkan dengan jadwal vaksin yang harus dilakukan terhadap unggas.

Kedua, dari segi pakan, banyak bahan yang bisa dijadikan pakan campuran dengan konsentrat. Seperti katul, jagung, karak nasi, roti kadaluwarsa, krupuk kadaluwarsa, menir, dan lain-lain. Tidak mengherankan, kalau ransum di satu daerah peternakan, berbeda dengan daerah lainnya. Justru, kejelian strategi mengolah pakan potensial setempat, akan sangat menguntungkan peternak. Di sekitar peternak bebek di daerah Mojosari, beredar pakan yang dinamakan Kebi dengan berbagai macam jenis dan kualitasnya. Yaitu, pakan campuran sumber kalori, yang terdiri dari menir, katul, gaplek, roti kadaluwarsa, karak nasi, dan lain-lain.

Ketiga, usaha peternakan bebek biasanya ditujukan untuk bebek petelur. Namun, peluang bebek pedaging dari anak bebek jantan juga masih cukup bagus. Dari segi harga, bibit bebek jantan lebih murah dibandingkan bebek betina. Di samping itu, masa pemeliharaannya pun cukup singkat, yaitu hanya 40-50 hari. Keempat, untuk telur bebek yang tidak bisa ditetaskan, bisa diolah menjadi telur asin—baik dijual mentah atau sudah diolah. Dengan demikian, pebisnis bisa mengambil bagian pembuatan telur asin sebagai fokus usaha.

Kelima, untuk bebek betina yang telah lewat masa produksinya (bebek apkiran), bisa dijual sebagai pedaging. Bisa dibilang, beternak bebek merupakan satu-satunya bisnis yang tidak menyisakan sampah. Semua unsurnya bernilai ekonomis, dan bisa dikembangkan secara terpisah maupun dikelola secara terpadu dan terintegrasi (integrated). 

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Menjadi Miliarder Ala Peternak Bebek

Monday, May 6, 2013

Cara Mengkloning Wortel


Kloning merupakan usaha untuk memperbanyak suatu makhluk hidup tanpa harus berkembang biak. Banyak sekali ilmuwan saat ini terobsesi untuk menciptakan dua individu yang tepat sama, dengan cara mengambil jiplakan gen atau sering dikenal dengan DNA, dan menanamkannya pada sel telur manusia. Para petani juga melakukan hal yang sama pada tumbuhan.


Mereka mengambil sebagian badan tumbuhan dan menanamnya di tempat lain. Cara ini memiliki berbagai nama, seperti cangkok, stek dan okulasi. Kita dapat membuat tumbuhan cloning sendiri dengan cara yang sangat sederhana, seperti percobaan berikut ini.

Alat dan Bahan :
Sebuah wortel, Air, Tusuk gigi, Pisau, Stoples

Langkah-langkah :
Potonglah bagian atas wortel (bagian yang memiliki daun).
Tusukkan tusuk gigi secara melintang ke dalam tubuh wortel (untuk menyangga tubuh wortel agar tidak tenggelam).
Tempatkan wortel itu pada stoples yang telah terisi air.
Amati perkembangannya selama 1-2 hari.

Kita akan melihat dari bagian bawah wortel tumbuh akar-akar halus sementara bagian atasnya mulai tumbuh bakal daun berukuran kecil. Kini kita telah memiliki sebuah wortel baru yang siap untuk di tanam di tanah yang lebih subur dan cloning telah selesai kita lakukan.
Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Cara Mengkloning Wortel

Setting up Google Analytics so it gets AdSense data from more than one blog or website

This article is about setting up Google Analytics on your blog in a way that includes data for AdSense clicks and behaviour.


Google Analytics and Blogger.

fixing missing adsense data in google analytics when you have more than one blog or website
Analytics is Google's tool for measuring website performance:   how many visitors, how long do they stay for, what pages do they look at - and if you use AdSense, where are your earnings coming from. It's a major step up from Blogger's Statistics displays, and has far more details eg where the visitors came from, what browser they are using.

When people first started using Analytics with Blogger, they followed the standard Analytics instructions to edit their template and add the tracking code to it.

However if they switched to use a different template, the tracking code was lost unless they remembered to re-install it - and many people didn't remember.

So some Google engineers started telling people to put the code into an HTML/Javascript widget instead, because widgets are kept through template changes.

This worked well, until mobile templates were introduced. By default, mobile templates don't show HTML-Javascript gadgets. And while this can be changed, it involves editing your template (so brings back the "what if the template is changed" issue) - and it relies on the mobile-visitors using devices that run  Javascript.

So Blogger added a field to the Settings tab where you can enter the Google Analytics profile ID for the blog:   GreenLava over at BloggerSentral wrote an excellent post about using this, including how to
check if your existing template has the code needed to make use of this new field.

But recently I've noticed that while setting up Analytics this way collected data about visitor numbers, it doesn't always get data about AdSense (eg how many ad-impressions, what page do "clicks" come from, what were the keywords, what browser were getting the AdSense clicksetc). In fact, this data has been missing for all but one of my blogs recently.    So I did some investigation and found that this is deliberate - but that you can fix it.


Getting AdSense data from Analytics


If you only have one blog, and you have linked your AdSense and Analytics profiles,- and possibly(*) you have put AdSense ad units in your blog by getting the ad-code from AdSense and adding it as code
then you should be seeing AdSense data in your Analytics account.

To check, log in to Analytics and check the Reporting > Standard reports > Content panel:   when you expand it there should be a line for AdSense, and when you click that line some data should appear in the middle report panel (assuming your blog has some non-ad-blocked visitors).

But if you have more than one blog or website, then AdSense data is only put into Analytics for the one that is identified as "primary" in your Analytics profile. (For me, this is was the first blog that I added AdSense to.)

To get AdSense data in Analytics for more than one site, you need to get t tracking code-snippet for non-primary website from Analytics (see below), and install it in your blog. As before, there are two choices for doing this:


(*) I'm not 100% sure if AdSense units that were added from Blogger's Add-a-gadget wizard report data through Analytics. This support article from Google implies that they might not - but I haven't been able to verify it either way (yet).



How to get the AdSense tracking code for non-primary websites and blogs


Log in to Analytics with the Google account that owns your AdSense profile, and in which you have linked AdSense and Analytics.


Click on the Admin tab in the top right hand corner of any page.


Click on Accounts List (if you aren't already there).


Click the name of the Account you want the tracking code for (if you have more than one account).


Click the Data Sources tab, and then the AdSense sub-tab (underneath Data Sources).


Under Secondary Analytics properties, find the name of the profile associated with the blog/site that you want to make the code-snippet for.


Click the Code Snippet link to the right of the chosen profile name.


Copy the code that is shown, and install it to your blog the same way you would install any other 3rd party code - but remember the points above about the consequences of the different ways of adding it.





Repeat this for any other blogs, except your primary one, which you want Analytics to track AdSense data for.




Related Articles:


Adding a HTML-Javascript gadget to your blog

How to edit your Blogger template

Showing gadgets on mobile templates

AdSense and AdWords - what's the difference

Setting up AdSense for your blog
Read more > Setting up Google Analytics so it gets AdSense data from more than one blog or website
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo