Monday, May 27, 2013

Penyakit Pada Peternakan Ayam Petelur


Penyakit pada ayam petelur diartikan sebagai disfungsi organ, yakni tidak berfungsinya secara normal organ ayam yang terinfeksi oleh mikroorganisme penyebab penyakit, baik itu organ pencernaan, pernafasan, central neuro system (CNS) maupun organ reproduksi yang secara langsung berhubungan dengan pembentukan dan distribusi telur.

Munculnya permasalahan ini disinyalir akibat kelalaian peternak, misalnya minimnya kandungan nutrisi bahan pakan yang diberikan pada ayam peliharaannya. Disamping itu, faktor penyakit juga didaulat sebagai salah satu penyebab terjadinya penurunan produksi telur.
Diantara jenis penyakit tersebut adalah ND, AI, AE Virus, IB, Mycoplasma gallisepticum dan Paramyxoviruses lainnya, namun yang sering menjadi buah bibir peternak layer, Technical Services, Praktisi Perunggasan dan Akademisi adalah IB, ND dan Egg Drop Syndrome (EDS 76).

Waspadai EDS 76

EDS 76 merupakan penyakit pada ayam petelur yang menyerang ayam petelur pada periode pertumbuhan dan periode bertelur. Penyakit ini disebabkan oleh Hemagglutinating adenovirus. Agen ini mampu mengaglutinasi eritrosit ayam, sehingga ayam yang terinfeksi akan mengalami anemia, hal ini terlihat dari penampakan luar tubuh ayam, yakni kepucatan pada vial dan jengger. Secara ekonomi, penyakit ini menimbulkan kerugian pada peternak karena tidak tercapainya produksi yang optimal.
Ayam yang terinfeksi agent EDS 76 tidak memperlihatkan gejala yang spesifik. Secara umum ayam kelihatan sehat, tetapi produksi telur dapat turun sampai 40% selama 4-10 minggu. Pakar perunggasan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Prof drh Charles Rangga Tabbu MSc PhD menyatakan, “Gejala awal EDS 76 tersifat dari kehilangan warna kerabang pada telur yang berwarna coklat. Gejala ini diikuti oleh adanya telur yang mempunyai kerabang tipis, kerabang lembek atau tanpa kerabang sama sekali. Telur dengan kerabang tipis biasanya bertekstur kasar menyerupai kertas pasir atau bergranula pada salah satu ujungnya.”

Pada infeksi alami ditemukan adanya penurunan ukuran telur, sedangkan pada infeksi buatan ukuran telur tetap normal. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa ayam yang terinfeksi Hemagglutinating adenovirus dapat menurunkan viskositas pada putih telur, yakni putih telur yang berada pada bagian luar menjadi lebih encer menyerupai air, sedangkan putih telur yang terletak pada bagian dalam di sekitar kuning telur relatif normal. Disamping itu, umur ayam saat terinfeksi agent EDS 76 pun dapat mempengaruhi kualitas putih telur. Hal ini sering dilaporkan oleh para pakar perunggasan dunia bahwa anak ayam yang terinfeksi pada umur sehari (DOC) akan menghasilkan telur yang mempunyai putih telur lebih encer dengan ukuran telur yang lebih kecil. Gejala klinik lainnya yang juga dapat teramati pada kasus EDS 76 adalah kegagalan ayam mencapai target produksi telur atau tertundanya waktu produksi telur. Gejala ini muncul akibat ayam terinfeksi agent EDS 76 dapat memproduksi antibody sebelum periode laten infeksi muncul. Menurut Prof Charles, periode laten infeksi ditandai dengan terjadinya penurunan produksi telur yang bisa mencapai kisaran 50% dan terjadinya halangan untuk mencapai puncak produksi.
Penyakit ini menyebar melalui kontak langsung dengan unggas lain seperti itik dan angsa yang terpapar virus EDS 76. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa itik dan angsa merupakan inang yang baik untuk virus EDS 76, artinya keberadaan itik dan angsa dapat mempercepat proses penyebaran EDS 76 ke unggas lain yang belum tertular. Perpindahan virus EDS 76 juga bisa melalui pemakaian jarum suntik yang telah terkontaminasi virus EDS 76.
Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan cara memilih DOC dari telur yang induknya tidak tertular EDS 76. Hal ini beralasan bahwa EDS 76 dapat menular secara vertikal yakni melalui telur. Namun ditegaskannya bahwa kebanyakan breeder telah mengeliminasi virus EDS 76, sehingga kemungkinan penularan secara vertikal menjadi sangat kecil. Penularan secara horizontal perlu mendapat perhatian peternak. Hal terkait dapat dilakukan kegiatan berupa penerapan praktek manajemen seoptimal mungkin di kandang.
Praktek manajemen yang dianjurkan Guru Besar staff dan pengajar bagian Patologi FKH UGM ini adalah sanitasi dan desinfeksi yang ketat. Disamping itu, peternak dianjurkan untuk tidak menggunakan air minum dari sumber yang pernah tercemar oleh feses atau leleran tubuh lainnya dari itik, angsa dan beberapa jenis unggas lainnya.
Namun, bila kondisi usaha peternakan mengharuskan tetap menggunakan sumber air yang tercemar feses unggas yang terinfeksi, maka peternak diminta untuk melakukan sanitasi dan desinfeksi terlebih dahulu dengan cara klorinasi sebelum air tersebut diberikan kea yam peliharaannya. Tindakan lain yang dapat dilakukan peternak untuk mencegah meluasnya EDS 76 adalah dengan melalui vaksinasi. Saat ini vaksin yang tersedia adalah vaksin killed atau vaksin in aktif yang diberikan pada ayam dara dalam kurun waktu 3-4 minggu sebelum bertelur atau pada kisaran umur 14-16 minggu.

Infectious Bronchitis
Infectious Bronchitis (IB) merupakan penyakit akut pada ayam petelur yang menyerang saluran pernafasan ayam dan sangat mudah menular pada ayam dalam satu kelompok atau antar kelompok lainnya. Penyakit ini tersifat oleh adanya ngorok basah akibat adanya cairan dalam trachea, batuk dan bersin. Kejadian penyakit pada anak ayam tersifat oleh adanya gejala kesulitan bernafas yang ditandai oleh pernafasan melalui mulut atau gasping sedang pada ayam petelur tersifat oleh adanya penurunan produksi telur yang terjadi secara mendadak.  Dikalangan peternak, kasus IB dipandang cukup serius. Hal ini disebabkan karena IB dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan, penurunan efisiensi pakan dan merupakan salah satu penyakit kompleks pada saluran pernafasan terutama bila terjadi kolaborasi dengan E. coli dan Mycoplasma gallisepticum. Disamping itu, penurunan produksi telur dalam jumlah dan mutu sering terjadi, serta biaya penanggulangan penyakit yang tinggi dan kompleks menjadikan IB sebagai penyakit strategis pada ayam petelur.
Virus IB dapat menyebar secara cepat dari ayam yang satu ke ayam lainnya dalam suatu kandang. Gejala sakit pada ayam yang terinfeksi dapat dilihat dalam waktu 48 jam. Penularan virus IB dapat terjadi secara langsung maupun secara tidak langsung. Penularan secara langsung terjadi melalui leleran tubuh ataupun feses ayam yang sakit kepada ayam yang peka dengan virus ini. Salah satu cara penularan yang penting adalah penularan melalui udara yang tercemar oleh virus IB. Penularan secara tidak langsung biasanya melalui anak kandang, alat atau perlengkapan peternakan, tempat telur (egg tray), kandang bekas ayam sakit, bangkai ayam sakit dan keberadaan rodensia di sekitar lingkungan kandang.
Kejadian IB pada ayam berlangsung cepat, yakni dengan masa inkubasi 18-36 jam, hal ini tergantung pada dosis virus dan rute infeksi. Infeksi dapat bersifat asimptomatik dengan menunjukkan gejala gangguan pernafasan atau yang berhubungan dengan abnormalitas pada system reproduksi. Disamping itu, dapat juga ditemukan adanya penurunan berat badan yang disertai oleh depresi dan gangguan pertumbuhan yang dapat dihubungkan dengan lesi-lesi pada saluran pernafasan dan ginjal.
Gejala penyakit IB berbeda pada setiap tingkatan umur. Pada anak ayam gejala klinik yang sering muncul adalah : 

(1) batuk, sesak nafas, ngorok dan keluar lendir dari hidung, 
(2) mata berair yang diikuti dengan pembengkakan sinus, 
(3) anak ayam yang terpapar menunjukkan lemah dan lesu serta cenderung berkerumun di bawah pemanas, (4) lendir dan eksudat yang menyerupai keju terkumpul dalam trakea bagian bawah dan bronki, kondisi ini dapat menimbulkan kematian, 
(5) penyakit dapat berlangsung selama 5-21 hari dengan angka kematian 0-40%.

Sementara itu, kasus pada ayam dewasa dicirikan dengan : 

(1) tingkat produksi telur akan menurun yang diikuti dengan perubahan bentuk kerabang telur, yakni kasar dan lembek, 
(2) kualitas telur yang dihasilkan jelek, 
(3) ayam yang tertular pada bagian akhir dari tahun produksi biasanya memperlihatkan produksi telur yang sangat menurun, biasanya berlanjut ke peristiwa ganti bulu, 
(4) membutuhkan waktu yang panjang untuk proses penyembuhan (recovery), 
(5) pada pemeriksaan patologi, ditemukan saluran telur yang mengeras atau sebagian menutup yang menunjukkan petelur palsu, 
(6) jalan penyakit berkisar antara 4-10 hari dengan angka kematian 0,5%.

Pencegahan IB dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengamanan biologis dan pelaksanaan aspek manajemen lainnya secara optimal. Hal ini ditujukan untuk menghilangkan faktor pendukung atau sumber infeksi virus IB. Pembatasan umur dalam satu flok pemeliharaan diperlukan untuk menghindari kemungkinan penularan virus IB dari kelompok umur yang satu ke kelompok umur lainnya.

Pencegahan yang efektif adalah dengan program vaksinasi. Program vaksinasi harus mempertimbangkan 3 titik kritis yakni type vaksin, waktu dan cara vaksinasi. Yang terpenting dari ketiganya adalah waktu yang tepat untuk melakukan vaksinasi. Penentuan kapan vaksinasi itu dilakukan adalah penting karena campur tangan yang kuat antara maternal antibodi dan virus vaksin. Artinya, jika vaksin diberikan dimana level maternal antibodi masih tinggi, virus vaksin akan dinetralisir dan konsekuensinya flok tersebut tidak dilindungi. Sebaliknya, jika pemberian vaksin terlambat, virus lapangan akan menginfeksi ayam tersebut hingga terjadilah wabah.

Penyakit ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya. Penularan lainnya dapat juga melalui ransum, air minum, kandang, tempat ransum atau tempat minum, peralatan kandang lainnya yang tercemar, melalui pengunjung, serangga, burung liar dan angin atau udara yang dapat mencapai radius 5 Km. Virus ND ditemukan juga dalam jumlah tinggi selama masa inkubasi sampai masa kesembuhan. Virus ini terdapat pada udara yang keluar dari pernafasan ayam, kotoran, telur-telur yang diproduksi selama gejala klinis dan dalam karkas selama infeksi akut sampai kematian.

Gejala ND dapat diamati melalui (1) gejala pernafasan seperti bersin-bersin, batuk, sukar bernafas, megap-megap dan ngorok, (2) gejala syaraf berupa sayap terkulai, kaki lumpuh (jalan terseret), jalan mundur (sempoyongan) serta kepala dan leher terpuntir yang merupakan gejala khas penyakit ini dan (3) gejala pencernaan meliputi diare berwarna hijau, jaringan sekitar mata dan leher bengkak, pada ayam petelur produksinya berhenti, kalau sudah sembuh kualitas telurnya jelek, warna abnormal, bentuk dan permukaannya abnormal dan putih telurnya encer. Hal ini disebabkan oleh karena organ reproduksinya tidak dapat normal kembali. Umumnya kematian anak ayam dan ayam muda lebih tinggi dibandingkan ayam tua.
Sejauh ini belum ada satu jenis obat yang efektif yang dapat menyembuhkan ayam yang menderita penyakit ini. Penanggulangan penyakit ND hanya dapat dilakukan dengan dengan tindakan pencegahan (preventif) melalui program vaksinasi yang baik. Ada dua jenis vaksin yang dapat diberikan yaitu vaksin aktif dan vaksin inaktif. Vaksin aktif berupa vaksin hidup yang telah dilemahkan, diantaranya yang banyak digunakan adalah strain Lentogenic terutama vaksin Hitchner B-1 dan Lasota. Vaksin aktif ini dapat menimbulkan kekebalan dalam kurun waktu yang lama sehingga penggunaan vaksin aktif lebih dianjurkan dibanding vaksin inaktif.

Blog Ini Didukung Oleh :

Read more > Penyakit Pada Peternakan Ayam Petelur

Sunday, May 26, 2013

Rahasia Dibalik Lawang Sewu



Selamat Berjumpa kembali kali ini saya akan mencoretkan tentang Rahasia di balik Lawang Sewu Mungkin  sedikit membuat kita merinding kali ya hehehehehe.... Menurut Sejarah Lawang Sewu yang terletak di tengah Kota Semarang Jawa Tengah ternyata menjadi sebuah tempat  yang disukai bagi wisatawan mancanegara maupun dalam negri kita sendiri, apa si yang mereka ketahui tentang Lawang Sewu yang terkenal sampai mancanegara apa karna sejarah nya atw mesteri nya, Meski pihak pengelola wisata Jawa Tengah termasuk Dinas Pariwisatanya tidak ingin destynasinya dikenal karena aura misteri akan tetapi nilai sejarahlah yang harus digali di lingkungan Lawang Sewu , sejak pendiriannya hingga keberadaannya kini. Kata salah satu Pemandu Wisata (Joko) nama disamarkan, di Semarang Kamis malam 17 Januari 2013.


Rahasia Dibalik Lawang Sewu
Rahasia Dibalik Lawang Sewu


Kenapa wisatawan lebih suka pada cerita misteri dari pada sejarah, ternyata Lawang Sewu yang dimisterikan dari kejamnya sang Jepang dalam mengelola gedung tersebut yang dulu sebagai pusat perkantoran perkereta-apian  diubah sebagai tempat pembantaian bagi penduduk Indonesia di bawah tanah dari lubang pembuangan yang ada di Lawang Sewu. Gedung tua ini sebelum jaman penjajahan Jepang adalah bangunan biasa saja.kantor perkereta - apian yg dikelola belanda.cerita misteri bermula saat jepang masuk menyerbu gedung dan menjadikan gedung sebagai salah satu basis peristirahatan tentara jepang.

Mengapa gedung ini disebut Lawang Sewu (pintu seribu) memang memiliki alasan tersendiri, pintu tersebar dimana-mana. Sebagai gambaran lantai 2 di bagian belakang gedung memiliki sekitar 20 ruangan berjajar yang masing2 memiliki 6 pintu. Jika lawang bisa diartikan sebagai pintu atau pintu menyerupai jendela, maka saya yakin lawang sewu memiliki 1000 pintu.memiliki kesan horor pun berlanjut ke 'bungker' bawah tanah. sebenarnya ini bukanlah bungker, melainkan tempat penyimpanan atau persediaan air bersih pada jaman Belanda. maka tak heran sampai sekarang bangunan tersebut terus tergenang air dan harus di pompa keluar agar air tidak membanjiri objek wisata utama di Lawang Sewu tersebut. Di dalam nya Lawang Sewu memiliki, Penjara Jongkok; lima sampai sembilan orang dimasukan dalam sebuah kotak sekitar 1,5 x 1,5 meter dengan tinggi sekitar 60 cm, mereka jongkok berdesakan lalu 'kolam' tersebut diisi air seleher kemudian kolam tersebut ditutup terali besi sampai mereka semua mati, ya benar aja mati.
terdapat 16 kolam dalam setiap ruangan, 8 ruangan bagian kanan dan 8 bagian kiri, ratusan kolam.Penjara Berdiri; karena banyaknya orang yang ditangkap, dan penuhnya kolam penyiksaan mereka membuat tempat baru. lima sampai enam orang dimasukan dalam sebuah kotak sekitar 60 cm x 1 meter, mereka berdiri berdesakan kemudian ditutup pintu besi sampai mereka semua mati.Dipenggal; jika dalam seminggu mereka yg di penjara jongkok dan penjara berdiri masih hidup maka kepala mereka dipengggal dalam ruangan khusus.menggunakan bak pasir untuk mengumpulkan mayat tersebut.semua mayat dibuang ke kali kecil yang terletak disebelah gedung tersebut.

Menurut Cerita dan mitos yang beredar di kalangan masyarakat si di lawang sewu terdapat ruangan bawah tanah yang memiliki kesan sangat menyeram kan di ruang bawah tanah ini sering terdengar suara-suara mistis yang menyeramkan. Bahkan salah satu stasiun televisi swasta pernah meliput dan mengadakan acara uji nyali ditempat ini. Saya pun sedikit merasakan bagaimana perasaan peserta uji nyali pada saat itu. Pasti merinding karena diruang bawah tanah ini suasananya gelap, basah, dan sunyi.

Sekian Dulu ya coretan dari saya semoga apa yang tercoret di sini menjadi pengetahuan yang mungkin bemanfaat bagi yang membaca nya Terimakasih dan Sampai berjumpa lagi hehehheh,,,,,

Read more > Rahasia Dibalik Lawang Sewu

Cara membuat rendang daging sapi


Selamat berjumpa kembali gak kerasa yasebentar lagi puasa dan idul fitri biasa nya si para ibu sudah mulai memikirkan menu buat menyambut bulan ramadhan dan idul fitri kali ini saya mau coba ni membuat coretan tentang Cara memembuat Rendang daging sapi mungkin si resep ini sangat sederhana dan kalah mantap nya dengan resep yang sudah ada pada kaum ibu sebelum nya mari kita simak coretan sederrhana dari saya yang sangat sederhana......


Cara membuat rendang daging sapi




Untuk Mendapat kan rasa yang sesuai keingina kita silahkan lihan cara nya dan bahan2 nya ya....

Cara membuat rendang daging sapi Bahan membuat rendang daging sapi : 
  • 1.5  kg daging sapi tanpa lemak, potong 4×4 cm
  •  2 lt santan dari 2 butir kelapa




Bumbu membuat rendang daging sapi :
  • 2 lembar daun kunyit, simpulkan
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 batang daun serai, memarkan
  • 2 cm asam kandis/gelugur

Haluskan Bumbu Lainya :

  • 2 cm lengkuas
  • 3 cm kunyit, bakar
  • 2 cm jahe, bakar
     100 g cabe merah besar
  •  100 g cabe merah keriting
  •  12 butir bawang merah
  •  6 siung bawang putih
  •  5 butir kemiri
  •   ½ sdm ketumbar
  •   1 sdt jintan, sangrai
  •   ½ sdt pala
  •   2 sdt garam
  
Cara Membuat Daging Rendang Daging Sapi :
  • 1. Ungkep daging dengan bumbu halus, biarkan air daging keluar dan tunggu hingga air ungkepan kering.
  • 2. Tuang santan, kemudian masukkan semua bumbu kecuali bumbu pelengkap, dan aduk hingga rata.
  • 3. Aduk-aduk santan hingga santan mendidih dan jangan sampai santan pecah.
  • 4. Kecilkan api, masak sampai daging rendang dan bumbu mengeluarkan minyak.
  • 5. Masukkan bumbu pelengkap daging rendang padang, aduk rata.
  • 6. Masak terus sambil sesekali diaduk-aduk agar tidak lengket. Masak sampai bumbu rendang agak mengering atau berdedak dan berwarna coklat.
  • 7. Sajikan dengan nasi hangat.

Yang Perlu kita perhatikan Saat Membuat Daging Rendang Daging Sapi : 
  • Saat memasak menggunakan santan agar santan tidak pecah, cara yang sebaiknya dilakukan adalah Gunakan gerakan menimba saat mengaduk-aduk santan ketika proses memasak. Hal ini bertujuan untuk mencegah agar santan tidak pecah saat dimasak.
  • Kalau ingin daging cepat empuk, saat setelah daging dicuci dan dipotong-potong, sebaiknya dipukul-pukul dulu atau digeprak agar daging menjadi agak pipih, baru kemudian dimasak dan diungkep dengan bumbu.

Selamat Mencoba Daan menkmati nya semoga bermanfaat ya.

Sekian Coretan dari Saya Sampai Berjumpa Kembali Di coretan Berikut Nya,,,,,
Read more > Cara membuat rendang daging sapi

Cara Menanam Ubi Jalar

 
Pengolahan Tanah

Pada tahap awal untuk budidaya  ubi jalar kita harus mengol,ah tanah yang akan dipakai untuk lahan tanam, karena paktor tanah sangat berperan penting dalam setiap pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah untuk budidaya ubi jalar sama halnya seperti pengolahan tanah untuk tanaman lain, tujuannya yaitu agar tanah gembur, bebas dari hama dan subur.


Langkah pertama, pecah dan gemburkan tanah supaya sirkulasi air dan udara menjadi baik dan lancar. Air dan udara dibutuhkan oleh tanaman termasuk umbi jalar. Pada tanah yang gembur, bibit mudah tumbuh bertunas, akar mudah berkembang dan menembus tanah, dan umbi-umbi pun akan tumbuh tanpa kesulitan. Langkah kedua, mematikan rumput dan gulma serta mengusir hama yang bercokol di dalam tanah. Dalam mengolah tanah, rumput-rumputan dan gulma hendaknya dibersihkan dan dipendam didalam tanah.

Hama-hama hendaknya dapat ditangkap dan basmi. Rumput dan gulma serta hama yang mati terpendam dan membusuk dalam tanah justru akan menjadi humus. Langkah ketiga, pada saat mengolah tanah sebaiknya sekaligus dengan pemberian pupuk awal yaitu dengan mencampurkan pupuk kandang atau kompos dengan pasir. Tanah yang cocok untuk tanaman ubi jalar adalah tanah yang bercampur pasir. Pasir dicampur dengan kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 : 2.

Penanaman ubi jalar dapat dilakukan pada tanah jenis tegalan maupun sawah. Karena kedua jenis tanah tersebut berbeda maka cara pengolahannya pun berbeda juga.

Cara pengolahan lahan tegalan

Cara pengolahan lahan tegalan, tanah dicangkul dan dicampur dengan pupuk dan pasir, kemudian buatkan larikan-larikan dalam bentuk bedengan-bedengan, dengan ukuran lebar 50 cm dengan panjang sesuaikan dengan lahan yang ada, dan tinggi dari dasar selokan 40 cm. Kemudian antara bedengan dibuatkan selokan dengan lebar 30 cm, panjang sesuai dengan panjang bedengan, dan tinggi 40 cm. Setelah jadi bedengan, biarkan bedengan-bedengan tersebut antara 1 ssampai 3 hari agar tanah terkena sinar matahari dan angin dan embun, sehingga tanah lebih kesat dan pecah menjadi agak lembut. Setelah itu barulah tanah ditanami.

Cara pengolahan lahan sawah

Pada lahan sawah tanah dibiarkan supaya agak kesat dan tidak terlalu basah, kemudian tanah dibajak terlebih dahulu supaya jerami bekas padi tertimbun dan dibiarkan tanah mengalami proses penguapan, biarkan prose situ selama seminggu. Setelah tanah tersebut kesat dan kadar air sudah mengurang lakukan pencangkulan, hal inni untuk menghancurkan tanah yang menggumpal karena dibajak sekaligus membersihkan sisa jerami.

Setelah tanah gembur dan longgar, maka lakukan pencangkulan kedua dengan tujuan mencampurkan antara pupuk dan pasir pada lahan, dan sekaligus membuat bedengan-bedengan dengan ukuran yang sama seperti di lahan tegalan.

Pemupukan awal

Pemupukan awal sebetulnya sudah dilakukan pada tahap pengolahan tanah, namun untuk memaksimalkan pemberian pupuk bisa dilakukan kembali setelah bibit ditanam selam seminggu. Dan pupuk yang diberikan adalah untuk merangsang tumbuh akar dengan dosis ¼ dari dosis pemakain normal. Pemupukan dilakukan dengan penyemprotan tentunya dengan pupuk cair yang dicampur air, namun yang perlu diperhatikan pada saat penyemprotan tanah jangan sampai terlalu basah, karena akan mengakibatkan lembab dan busuk pada pangkal bibit.

Jika tanaman umbi jalar dalam waktu seminggu sudah tampak bersemi segar dan tampak pucuk batang mulai menampakan tunas baru, maka pemupuk awal tidak usah dilakukan.

Pemilihan Bibit

Bibiy ubi jalar bisa berupa potongan-potongan umbi dan dapat berupa batangnya. Jika bibit dari umbi dibutuhkan umbi yang besarnya seukuran bola tenis. Namunjika bibit yang akan ditanam berupa batang, hendaknya sudah dibuat potongan-potongan sepanjang 25-35 cm, dengan ruas sekitar 5-6 ruas.
Sisakan 2 atau 3 helai daun pada bagian pucuk. Umbi maupun batang yang akan dijadikan bibit harus bebas dari jamur, hama, dan penyakit. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pilih bibit dari varietas yang memiliki kualitas unggul, seperti, varietas Borobudur atau prambanan, varietas samarinda atau nanas putih.
Bibit ubi jalar yang berupa batang sebaiknya dipilih batang yang masih muda. Diambil dari ujung batangnya. Jika batang sudah tua hasilnya kurang bagus, karena pertumbuhan lambat dan batang lekas mongering.

Cara Menyemai Bibit

Pilih lahan yang subur dan gembur, kemudian buat bedengan-bedengan seperti biasa. Pilih umbi yang sehat, dengan bentuk bulat yang normal dan berkualitas halus, kemudia potong umbi-umbi tersebut menjadi dua. Sebelum potongan umbi tersebut ditanam, bedengan dibasahi dulu supaya lembab. setelah itu umbi-umbi dibenamkan. Setelah 20 hari sampai 30 hari akan tumbuh tunas tetapi hanya bagian yang atas ssaja. Pada umur 70 hari dapat diambil stek batangnya untuk ditanam.

Tunggak bekas potongan batang (batang dari umbi) dari persemaian tersebut harus di jaga jangan sampai rusak apalagi terkena penyakit, karena nantinya akan tumbuh tunas lagi, dan tunas-tunas tersebut bisa kita tanam kembali. Kualiatas yang baik hanya 1-3 kali tunas awal dan tunas-tunas selanjutnya jangan digunakan kaerena kualitasnya kurang baik.

Waktu Penanaman

Waktu penanaman ubi jalar bisa kapan saja, namun akan lebih baik lagi apabila waktu penanaman disesuaikan dengan kondisi iklim. Untuk penanaman di tanah tegalan waktu yang baik adalah bulan Februari dan akan di panen pada bulan Juni. Penanaman kedua dilakukan pada bulan Juli dengan masa panen bulan Oktober . Sedangkan untuk penanaman dilahan sawah waktu yang tepat adalah bulan Maret atau april dengan masa panen sekitar bulan Juli atau agustus.

Cara Penanaman

Sebelum penanaman bibit, sebaiknya pada tanah kering, selokan diisi air terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar tanah pada bedengan mendapat resapan air dan menjadi lembab. Setelah lebab bedengan-bedengan dibuat alur atau lajur dengan membuka beberapa cm cekungan dengan jarak antara lajur sesuai dengan aturan tanam. Setelah lajur jadi, bibit dimasukan sebagian bagian pangkalnya dan ditimbuni dengan tanah yang mawur (campuran kompos, pupuk kandang, dan pasir). Jarak antara bibit 30 cm. setelah penanam selesai, maka sebaiknya air dalam selokan dibuang untuk menghindari lahan terlalu lembab dan basah, yang dapat mengakibatkan kebusukan pada bibit.

Pemeliharaan Tanaman

Tahap pemeliharaan tanaman sangat penting untuk diperhatikan karena pada tahap ini kita akan menentukan dan memantau pertumbuhan ubi jalar baik atau tidaknya, maka untuk mendapatkan hasil yang maksimal dada beberapa factor yang harus dilakukan, diantaranya:

1.    Pengairan
2.    Penyulaman
3.    Penggemburan Tanah
4.    Pembalikan Batang
5.    Penyiangan
6.    Pemangkasan
7.    Pemupukan
8.    Pemberantasan Hama dan penyakit

Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Cara Menanam Ubi Jalar

Mengumpulkan Laba Dari Ayam Bekisar

Secara umum, ayam bekisar merupakan hasil perkawinan antara ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina. Sehingga, ayam bekisar ini mewarisi fisik ayam kampung betina, tetapi dengan bulu seindah ayam jantan hutan yang hitam kehijauan.

Sayangnya, ayam jenis ini walau punya suara kokok nan merdu, akan tetapi mewarisi sifat mudah stress dan mudah mati seperti ayam hutan jantan. Tak heran jika banyak pihak mencoba mencari persilangan genetik ayam bekisar yang terbaik. Salah satunya adalah Heri Sunarso, pemilik peternakan ayam bekisar Sundoro Farm di Bantul, Jogjakarta. Gara-gara hobi beternak ayam hutan, bapak 45 tahun ini malah dapat menernakan ayam bekisar varietas langka.

Ayam bekisar tersebut didapat dari hasil persilangan antara keturunan ayam jawa dan ayam pelung Cianjur yang kemudian disilangkan dengan ayam hutan jantan. Persilangan ini akan menghasilkan bekisar bernada suara tinggi, panjang dan tidak pecah. Dus, punya ketahanan fisik serupa ayam kampung. "Sampai saat ini jenis ini sangat sulit diperoleh," ujar Heri yang sudah beternak ayam hutan sejak tahun 1983 ini.

Untuk indukan, harga ayam jawa berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 75.000 per ekor, sementara ayam pelung Rp 150.000 per ekor. Lalu, harga ayam hutan jantan siap kawin Rp 750.000 per ekor. Heri sendiri saat ini mempunyai sekitar 15 indukan ayam hasil persilangan antara ayam jawa dengan ayam pelung. Dan sekitar 12 indukan ayam hutan jantan.

Untuk keturunan ayam jawa dan ayam pelung yang dijadikan indukan, dibiarkan bebas berkeliaran di halaman atau pekarangan. Sementara pakannya hanya bekatul dan jagung saja. Sementara untuk indukan ayam hutan jantan, harus diberikan kandang khusus. Pakannya juga khusus. Misalkan campuran beras merah dan BR (pakan khusus ayam). Tak lupa, asupan serangga seperti jangkrik dan kroto setiap tiga hari sekali untuk menjaga stamina. Serta vitamin ayam tiap tiga hari sekali.

Sayangnya, banyak ayam hutan jantan yang lantas 'gering' atau stress dan kemudian mati, beberapa saat setelah dikawinkan. Untuk mendapat anakan bekisar kualitas bagus, musim kawin terbaik adalah pada musim kemarau. Atau sekitar bulan Maret sampai bulan Agustus. "Kalau kawinnya musim dingin, telurnya tidak mau menetas," lanjut Heri.

Setelah kawin, masa eram telur ayam bekisar berlangsung selama 21 hari. Sekali bertelur bisa didapat sekitar 12 telur. Tetapi yang hidup hanya separuhnya. Setelah dua minggu dari menetasnya telur, para indukan bisa kembali dikawinkan. Anakan ayam bekisar kemudian dipilah berdasar kualitasnya. Dari enam telur yang menetas, paling hanya satu yang berkualitas. Artinya, dari 60 telur yang menetas, 50 anakan merupakan kualitas yang tidak terlalu baik. "Jika kualitasnya tidak terlalu bagus maka dalam usia dua minggu sudah dijual seharga Rp 100.000 per ekor," lanjut Heri.

Maka, untuk penjualan anak ayam bekisar usia dua minggu ini Heri sudah mengantongi omzet penjualan sebesar Rp 5 juta. Sementara untuk yang berkualitas bagus, bakal dibesarkan sampai usia enam bulan sampai 12 bulan. Dan dijual seharga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta per ekor. Untuk pakan, diterapkan mirip dengan pakan ayam kampung. Namun untuk anak ayam usia satu hari sampai dua bulan, diberi pakan BR1. Untuk menghindari penyakit flu dan muka bengkak atau CRD, anakan bekisar ini diberi vaksin khusus ayam tiap tiga bulan sekali.

Nah, bagi ayam bekisar kualitas bagus, setelah terbukti selalu menang dalam perlombaan, harganya bakal naik berpuluh kali lipat. Heri bercerita, salah satu pembeli ayam bekisar ternakanya pernah melepas ayam bekisarnya seharga Rp 20 juta setelah ayam tersebut beberapa kali memenangkan perlombaan. Padahal, ayam tersebut dibeli dari peternakan Heri seharga Rp 1,6 juta saja. "Saya tidak kebagian bonus penjualan ayamnya," kekeh Heri.


Blog Ini Didukung Oleh :

Read more > Mengumpulkan Laba Dari Ayam Bekisar

How To Add Social Media Icons to Blogger Header

social media icons, facebook icons, social media icons for bloggerThis tutorial will help you to add social media icons in the top right corner of the page which could increases the likelihood that readers can follow through the various social networks. There are several ways to do this, like adding a new widget section to the blog header but now, we'll do it using an unordered list that uses icons of Facebook, Twitter, Google+ and blog feed, and as a bonus, the icons will rotate when you hover over them.

You can see a demo in this test blog.


Adding Social Media Icons to Blogger Header

Step 1. From your Blogger dashboard, go to Template and click on the Edit HTML button:

blogger blogspot, blogger template, blogger gadgets

Step 2. To expand the style, click on the small arrow on the left of <b:skin>...</b:skin> (screenshot 1), then click anywhere inside the code area to search (using CTRL + F) for the ]]></b:skin> tag (screenshot 2) and add this code just above it:

 /* Social icons for Blogger
----------------------------------------------- */

#social-icons {
margin-bottom:-30px;
height:50px;
width:100%;
display:block;
clear:both;
z-index: 2;
position: relative;
}
.social-media-icons {
display:table
}
.social-media-icons ul {
text-align:right;
padding:5px 5px 0 0
list-style-image:none;
list-style-position:outside;
list-style-type:none;
}
.social-media-icons ul {
margin-bottom:0;
padding:0;
float:right;
}
.social-media-icons li.media_icon {
margin-left:6px;
padding-left:0 !important;
background:none !important;
display:inline;
float:left;
}
.social-media-icons li:hover {
-moz-transform: rotate(360deg);
-webkit-transform: rotate(360deg);
-o-transform: rotate(360deg);
transform: rotate(-360deg);
-moz-transition: all 0.5s ease-in-out;
-webkit-transition: all 0.5s ease-in-out;
-o-transition: all 0.5s ease-in-out;
-ms-transition: all 0.5s ease-in-out;
transition: all 0.5s ease-in-out;
}

Screenshot 1:


Screenshot 2:


Step 3. Now search for this line

<b:section class='header' id='header' maxwidgets='1' showaddelement='no'>

Step 4. And just above it, add this code:

<div class='social-media-icons' id='social-icons'>
<ul>

<li class='media_icon'><a href='http://facebook.com/username'><img border='0' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiylk_BGcur9LF-grxDQq3G6pEkygP7soUNegpu1ajcIyYbjUx1nkzs-vMVe49MBiYPHLz8W_vj2Z_NCB5hZRCEUdEDe9LhmhteqNdzO5_UZKG9fEXyZv17kQu5dlGV0_ruqzLpokSIp38/s1600/Facebook.png'/></a></li>

<li class='media_icon'><a href='http://twitter.com/#!/username'><img border='0' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisK2xQGEtWixDc5cp_vuJwqnrMIafMcT_bndNGh4HmWXJ53SnE1FlMaKqK8o_QNQvY_j3IoJb2sKboyP1EzakYxCC0a2zqEiF6qWwqiIYk5unPPFVvzW_IeHMfEJTnyQUW_IIuBxcahuw/s1600/Twitter.png'/></a></li>

<li class='media_icon'><a href='https://plus.google.com/XXXXXXXXXXXXXXXXXX/about'><img border='0' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCSFlB-xa6xTDvpjokJKNMdwJsPZdGCDGfjkUPvmLJOtpg6rNa5IBCeE64-QbUx8nTUlWJIRXYqeq77yPiUKj9Nb_-Hq7US6XvPmB1uOtF080l42k7vUu3n6RNWqElBllxJpwZ6IpfE6U/s1600/googleplus.png'/></a></li>

<li class='media_icon'><a href='http://name-of-your-blog.com/feeds/posts/default'><img border='0' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtqE11AChOWjFZ1x3F2hJ_bbVrnd1cIjwovzvkU4Zj5yD3UHLJRtV7y7ZjecVK-yJ0seIm_Tln6g6YXuOUzzK1E1__KxJ1nwJrXTfCOLa0iOmg15PMWKyzDAQuFYcajt6PlFYEcYIql78/s1600/RSS.png'/></a></li>

</ul></div>

Customization

- Change what's in red with your usernames and id: the first is your Facebook username, the second is that of Twitter, in the third you should change the X by the ID of your Google+ profile and in the fourth you will put the name of your blog.
- To change the icons, just replace the urls in blue with the ones of your images.
- You can add more icons if you want, you just have to add before </ul></div> a line like this for each extra icon you want:

<li class='media_icon'><a href='Link URL'><img border='0' src='Image URL'/></a></li>

Step 5. Finally, Save the Template to apply the changes.

The effect is done with CSS3, so this effect will not work in older browsers.
Read more > How To Add Social Media Icons to Blogger Header

Saturday, May 25, 2013

Fading Box With Newer/Older Posts Links and Titles for Blogger

The navigation links are those that appear at the bottom of the page that says "Older Posts", "Newer Posts" and "Home" and help us to move through the blog posts. This tutorial will show you how to change the word "Older Posts" and "Newer Posts" for post titles and make these to appear in a box "fading" when you scroll down the page.
blogger gadgets, navigation for blogger

You can see it in action on this demo blog - when you scroll down, the navigation links will appear showing the post titles for the older/newer entries.

This way to display the navigation links will be seen only in individual entries, while those on the homepage and other parts of the blog will still be displayed as usual.

How to Add Navigation Box with Newer & Older Posts on Blogger

Step 1. From your Blogger Dashboard, go to Template > Edit HTML, click anywhere inside the code area and search - using CTRL + F - for this line:

<b:include name='nextprev'/>

Screenshot:

Step 2. REPLACE the code above with this one:

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<b:include name='nextprev'/>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div id='blog-pager-box'>
<h4>Other posts published:</h4>
<b:include name='nextprev'/>
</div>
</b:if>

Note: you can change the "Other posts published" title with your own

Step 3. Now add just above </head> the following code:

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.8.2/jquery.min.js' type='text/javascript'/>
<script>
// <![CDATA[
$(function() {
$('#blog-pager-box').toggle()
.css({
width: '520px',
height: '150px',
position: 'fixed',
padding: '1em',
bottom: 0,
right: 0,
background: 'url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOxAjhtoR_PKEJSttxvESG_ANxlCP7z0UkaRdsRA-M5hzqsLDMs6CZUscsnHe6hv3N0UGeIAyeEu4A5jO-ye8rla0U64o7PYpH17LFMNUgJYMNhgWnD6etCTunhuxWvEJXzqz_CpHzBBhc/s1600/paper.jpg)'
});

$(window).scroll(function() {
if($(this).scrollTop() > 100) {
$('#blog-pager-box').fadeIn();
} else {
$('#blog-pager-box').fadeOut();
}
});
});
$(document).ready(function(){
var newerLink = $("a.blog-pager-newer-link").attr("href");
$("a.blog-pager-newer-link").load(newerLink+" .post-title:first", function() {
var newerLinkTitle = $("a.blog-pager-newer-link:first").text();
$(".blog-pager-newer-link").html("<div>Newer Posts:</div>" + newerLinkTitle);
});
var olderLink = $("a.blog-pager-older-link").attr("href");
$("a.blog-pager-older-link").load(olderLink+" .post-title:first", function() {
var olderLinkTitle = $("a.blog-pager-older-link").text();
$(".blog-pager-older-link").html("<div>Older Posts:</div>" + olderLinkTitle);
});
});
// ]]>
</script>

<style type='text/css'>
<!--
#blog-pager-box {
box-shadow: 0 0 3px #AEAEAE;
z-index:9;
}

#blog-pager-box h4 {
margin:0;
padding:0;
color:#4898B9; /* Widget's title color */
font-size:16px; /* Title font size */
}

#blog-pager-newer-link {float:left;clear:both;line-height:30px;}
#blog-pager-older-link {float:left;clear:both;line-height:30px;}
.home-link {display:none;}
.blog-pager-older-link, .blog-pager-newer-link {
background-color: transparent !important;
background-image: none !important;
border:0 !important;
color: #4B4B4B !important; /* Color of the links */
float: left;
width: 500px;
clear:both;
}

a.blog-pager-older-link:hover, a.blog-pager-newer-link:hover {
text-decoration:none !important;
}
 
a.blog-pager-newer-link:before {
content: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSoL0k4Am_Vgh3yaYOTJ9TcZyTeQMonM0kUp3sl4VetDB1Mz15syUfPQ3oxbjyGJqMb-PwaUqoLy9hd47pjKFjvikgbOW26IOK6Ja6A9oOhlKj1s1dNTugrSUAj0Iygd1qEiejMiGcIZw/s1600/back.png);
float:left;
}
a.blog-pager-older-link:before {
content: url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiikuwXy_H8SIPT7GqJ_BijE5hG9WojY1lk8iC7rmkVGhSxujMDglX_MK9nbA9FzOJNoKwsxRPUWxZL2aBTJ1vzWa6L6j2VRheozDSw65S4I7OBndLk-5BZIU-S_o818go11zvXJVm9kxQ/s1600/forward.png);
float:left;
}
#blog-pager {
width:500px;
background-color: transparent !important;
background-image: none !important;
border:0 !important;
text-align:left;
}
 
#blog-pager div {
color:#0577AB; /* Color for the "Newer Posts" and "Older Posts" text */
font-weight:bold;
margin-bottom: -5px;
}
a#blog-pager div:hover {
text-decoration:none !important;
color:#4898B9; /* Color for the "Newer Posts" and "Older Posts" text */
}
-->
</style>
</b:if>

Note that this gadget uses jQuery, so try to have only one version.


Customization:


- There are three URLs in blue, the first is the paper background image for the box, the other two are the icons that correspond to the arrows. You can replace these with your own.
- In green you can see where to change the text colors.
- The red number is the distance in pixels that activates the gadget, this means that the box will appear when you scroll down the 100px. You can use a higher value if your posts are usually long and therefore the "height" of the scroll is greater.

Step 4. Now, Save the Template and that's it!

You can also change the "Older Posts" and "Newer Posts" links with posts titles or images.
Read more > Fading Box With Newer/Older Posts Links and Titles for Blogger
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo