Sunday, May 12, 2013

Cara Menanam Hidroponik Plus Vide0


Istilah hidroponik (hydroponics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Disini termasuk juga bercocok tanam di dalam pot atau wadah lainnya yang menggunakan air atau bahan porous lainnya, seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, maupun gabus putih. Penemu dari metode hidroponik ini adalah DR. WF. Gericke. Beliau adalah seorang agronomis dari Universitas California, USA. Saat itu beliau berhasil menanam tomat setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam di dalam bak yang berisi mineral hasil uji cobanya.


Berikut ini adalah kelebihan bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik:
  • Dapat dilakukan pada ruang / tempat yang terbatas dan higienis
  • Tanaman tumbuh lebih cepat dan penggunaan pupuk bisa lebih hemat
  • Lebih terjamin dan bebas dari serangga dan hawa penyakit
  • Produksi tanaman lebih tinggi dibanding dengan menggunakan media tanam tanah biasa
  • Efisien dalam teknis perawatan dan peralatan yang digunakan
  • Kualitas tanaman yang dihasilkan lebih bagus dan tidak kotor
Adapun cara menanam hidroponik adalah sebagai berikut:
# Pembibitan

Sangat disarankan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optomal

# Penyemaian

Penyemeaian sistem hidroponik bisa menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7cm. Masukkan biji tanaman dengan jarak 1x1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.

# Persiapan media tanam
Syarat media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan.


# Pembuatan green house

bercocok tanam secara hidroponik mutlak membutuhkan green house. Green house bisa dibuat dari rangka besi, rangka bambu, atau rangka kayu. Green house ini bisa digunakan untuk menyimpan tanaman kita pada saat tahap persemaian ataupun pada saat sudah dipindah ke media tanam yang lebih besar.

# Pupuk

Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam
Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional.

# Perawatan tanaman

Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun, dll.


Untuk Jelasnya Silahkan Saksikan Video Dibawah Ini




Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Cara Menanam Hidroponik Plus Vide0

Saturday, May 11, 2013

NOKIA LUMIA 928 with wireless charging




Verizon exclusively marketing Nokia’s new Lumia 928 in US market. This model probably would be available to worldwide markets on next week of May. This slimmer, lighter and unibody polycarbonate body is an upgrade of previously launched Lumia 920. Though we’ve 8 core processor smartphone already in hand but still this dual core processor based mobile with 1GB RAM and 32GB internal memory could turn NOKIA users to grab one.

Major negative side of this Nokia Lumia 928 having no FM Radio and no external card slot. Else this Lumia 928 could be your best handy gadget from the house of NOKIA – connecting people since very long time.

 

Nokia Lumia 928, Nokia Smartphone
Nokia Lumia 928



Here are some salient features of Nokia Lumia 928


  • 1.5 GHz Dual Core Processor
  • 4.5 inch AMOLED Display
  • 8.7MP PureView Camera with Carl Zeiss Lens
  • 541 hours of Standby Time

Release Date: May 2013  

SIM System:Single GSM microSIM

Network:
*2G: GSM/GPRS/EDGE: 850 / 900 / 1800 / 1900 MHz
*3G: WCDMA/HSPA: 850 / 900 / 1900 / 2100 MHz
*4G: LTE

Build:
*Processor: 1.5 GHz Dual Core Qualcomm Snapdragon S4 Processor
*GPU: Adreno 225
*RAM: 1.0GB
*In-Built Memory: 32 GB
*Expandable Memory: No external memory card slot

Body:  
*Dimension H x W x D: 133.0mm X 68.9mm X 10.1mm
*Weight: 162.0 gram
*Available Color: Black, White

Display: Big TrueColor display with AMOLED Super-sensitive Touch screen with Corning Gorilla Glass 2 for better viewing and gaming experience
*Size: 4.5 inch
*Type: WXGA TrueColor HD+ AMOLED IPS Capacitive Full Super-Sensitive Touch Screen Display with Corning Gorilla Glass 2 protection
*Screen Resolution: 768 x 1280 pixels @334ppi
*Display Colors: 16 Millions

Camera: Dual Camera
*Main Rear Camera: 8.7 MP PureView Full HD Autofocus Camera with Carl Zeiss Lens and Xenon Flash
*Image Resolution: 3264 x 2448 pixels (highest)
*Features: Touch Focus, Geo Tagging, Automatic motion blur reduction, HD Video Recording etc.
*Front Camera: 1.3 MP Camera for video recording, still image and video calling
*Image Resolution: 1280 x 960 pixels

Connectivity:
*GPRS/EDGE: Yes
*Bluetooth: Yes, V 3.0
*WLan / Wi-Fi: Yes 802.11 a/b/g/n with Wi-Fi Hotspot for up to 8 devices
*GPS: S-GPS, aGPS with GLONASS
*NFC: Yes
*USB: MicroUSB 2.0
*3.5mm Audio Jack

Media Player:
*Audio: MP3, MP4, WAV, WMA, AAC, AMR, 3GP and some more
*Video: MP4, MPEG4, WMV, 3GP, DivX, Xvid, MOV and some more
FM Radio: NO (Internet Radio)

Messaging: SMS / MMS / IM /Email (POP3/SMTP/IMAP4)

Operating System: Windows Phone 8
Web Browser: Internet Explorer 10 support HTML/Flash
Other Software: Lync, SkyDrive, Office 365 (Word, Excel, Powerpoint, One Note), Google Talk, Adobe Acrobat Reader, Skype, Facebook, Twitter, LinkedIn, Flickr, HERE Maps etc.

Sensors: Ambient Light Sensor, Accelerometer, Proximity Sensor, Gyroscope, Magnetometer

Ringtones: MP3, MIDI, MP4, Polyphonic 64 Cord

Battery: Model- BV-4NW
*Type: Wirelessly rechargeable non-removable Lithium-Ion
*Capacity: 2000 mAh
*Stand-by Time: Up to 606 hours (2G)
*Talk Time: Up to 11.8 Hours (2G)
*Music Play: Up to 80 hours

SAR Value: No specific SAR data found yet.
** FCC and IC limits for SAR Value is 1.6 W/kg averaged over 1 gm of human tissue.







If you think that any of these information contains wrong information and need an upgrade or change, please kindly inform via comment box below. Your valuable comments will definitely make this blog rich and informative also.



**Disclaimer:Information and images collected mainly from manufacturer's website, manuals, user guides and some other online resources. Only some editorial touch given for better understanding and viewing experience. Author of this blog will not bear any liabilities on this regards.
Read more > NOKIA LUMIA 928 with wireless charging

Bahan Fermentasi Pakan Kambing

Pakan kambing yang baik adalah hijauan makanan ternak ditambah polong-polongan (legume) ditambah dengan konsentrat. Artinya setiap hari jika kita ingin mendapatkan pertambahan berat badan kambing harian yang optimal maka ketiga komponen pakan kambing tersebut harus terpenuhi. Adapun komposisi pakan kambing dari ketiga komponen tersebut:

Hijauan makanan ternak 10 % dari berat badan / hari
Read more > Bahan Fermentasi Pakan Kambing

Friday, May 10, 2013

RESEP CARA MEMASAK OPOR AYAM SPESIAL


Kumpulan Resep Masakan Nusantara - Berikut ini adalah resep  dan bumbu opor ayam spesial yang bisa anda coba sebagai referensi memasak anda di rumah.

Bahan Untuk Membuat Opor Ayam Spesial :
  • 1 Ekor Ayam
  • 1 Butir Kelapa

Bumbu Halus :
  • 10 btr bawang merah
  • 3 siung bawang Putih
  • 1 ruas laos
  • 2 lembar daun Salam
  • 5 btr Kemiri
  • 1 btg Sereh
  • 1 1/2 sdm ketumbar
  • 1/2 sdm gula merah
  • 1/2 sdm jinten
  • 1/2 sdm garam
  • 1 sdt lada
Cara Membuat Opor Ayam Spesial :
  1. Bersihkan daging ayam, lalu potong dadu.
  2. Parut Kelapa dan ambil santanya ( Santan kental dan santan cair )
  3. Masukkan bumbu halus kedalam santan kental, masak hingga mendidih.
  4. Masukkan daging ayam kedalam didihan santan, tambahkan santan cair dan rebus terus hingga daging menjadi empuk dan matang.
  5. Angkat, sajikan.
Demikianlah resep dan bumbu masakan opor ayam spesial yang kami sajikan untuk anda. Semoga bermanfaat...
Read more > RESEP CARA MEMASAK OPOR AYAM SPESIAL

Mempercepat Birahi Ternak Sapi

Birahi pada sapi normalnya antara 19 – 25 hari sekali, dan birahi pertama pada sapi dara terjadi antara umur 1,5 tahun – umur 2 tahun. banyak peternak sapi ingin memperoleh anak sapi secepatnya sehingga sering menanyakan pada petugas penyuluh peternakan cara untuk mempercepat birahi pada sapi. Ada satu metode untuk mempercepat birahi pada sapi yakni dengan terapi hormone. Terapi hormone ini ada
Read more > Mempercepat Birahi Ternak Sapi

Thursday, May 9, 2013

Berternak / Budidaya Cacing Tanah


Hewan ini seperti halnya bekicot untuk sebagian orang menjijikkan, tapi bagi sebagian orang menjadi berkah, karena pada saat ini budidaya hewan ini sudah mulai dikembangkan.

1. SEJARAH SINGKAT CACING TANAH

Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dr kelas ini Megascilicidae & Lumbricidae Cacing tanah bukanlah hewan yg asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat pedesaan. Namun hewan ini mempunyai potensi yg sangat menakjubkan bagi kehidupan & kesejahteraan manusia.


2. SENTRA PETERNAKAN CACING TANAH

Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di Jawa Barat khususnya Bandung-Sumedang & sekitarnya.

3. JENIS CACING TANAH

Jenis-jenis yg paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dr famili Megascolicidae & Lumbricidae dgn genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi & Lidrillus. Beberapa jenis cacing tanah yg kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony & Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yg berasal dr pupuk kandang & sisa-sisa tumbuhan. Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yg dimiliki sekitar 90-195 & klitelum yg terletak pd segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dgn jenis yg lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain. Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pd segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang & silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yg termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot & cacing kalung. Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dgn jumlah segmen 75-165 & klitelumnya terletak pd segmen 13 & 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yg lebih serius. Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yg lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan & produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak

4. MANFAAT CACING TANAH

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi & struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur & penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yg menguntungkan tanaman. Selain itu juga cacing tanah dpt digunakan sebagai:

  • Bahan Pakan Ternak
  • Berkat kandungan protein, lemak & mineralnya yg tinggi, cacing tanah dpt dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang & kodok.
  • Bahan Baku Obat & bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
  • Secara tradisional cacing tanah dipercaya dpt meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi & tipus.
  • Bahan Baku Kosmetik
  • Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit & bahan baku pembuatan lipstik.
  • Makanan Manusia
  • Cacing merupakan sumber protein yg berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.

5. PERSYARATAN LOKASI CACING TANAH
  • Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yg besar.
  • Bahan-bahan organik tanah dpt berasal dr serasah (daun yg gugur), kotoran ternak atau tanaman & hewan yg mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yg mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.
  • Untuk pertumbuhan yg baik, cacing tanah memerlukan tanah yg sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. dgn kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dpt bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.
  • Kelembaban yg optimal untuk pertumbuhan & perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.
  • Suhu yg diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah & penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yg lebih tinggi dr 25 derajat C masih baik asal ada naungan yg cukup & kelembaban optimal.
  • Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan & pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yg atapnya terbuat dr bahan-bahan yg tidak meneruskan sinar & tidak menyimpan panas.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA CACING TANAH
  
1. Penyiapan Sarana & Peralatan 
Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yg murah & mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk & genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dpt pula tanpa dinding (bangunan terbuka). Model-model sistem budidaya/ beternak, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar. 

2. Pembibitan
    Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing & kandang pelindung.

    3. Pemilihan Bibit Calon Induk
    Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yg sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yg besar. Namun bila akan dimulai dr skala kecil dpt pula dipakai bibit cacing tanah dr alam, yaitu dr tumpukan sampah yg membusuk atau dr tempat pembuangan kotoran hewan.
            
    A. Pemeliharaan Bibit Calon Induk

    Pemeliharaan dpt dibagi menjadi beberapa cara:

    a. Pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yg digunakan. Cacing tanah dpt dipilih yg muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar kurang lebih 1 m, dpt ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.

    b. Pemeliharaan dimulai dgn jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.

    c.  Pemeliharaan kombinasi cara a & b.

    d. Pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.
    e. Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.

    B. Sistem Pemuliabiakan

    Apabila media pemeliharaan telah siap & bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dpt segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran di atas media atau ada yg meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yg meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah & media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dgn yg baru. Perbaikan dpt dilakukan dgn cara disiram dgn air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening (tidak berwarna hitam atau cokelat tua).

    C. Reproduksi, Perkawinan

    Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan & betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dpt dilakukannya sendiri. dr perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yg berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong & berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yg lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dpt menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yg ditandai dgn adanya gelang (klitelum) pd tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.

    D. Pemeliharaan

    a. Pemberian Pakan

    Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yg ditanam. Apabila yg ditanam 1 Kg, maka pakan yg harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yg hanya dipakai sebagai media. Hal yg perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pd cacing tanah, antara lain :

    b. pakan yg diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur dgn cara diblender.
    c. bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 dr peti wadah tidak ditaburi pakan. 
    d. pakan ditutup dgn plastik, karung , atau bahan lain yg tidak tembus cahaya.
    e. pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa pakan terdahulu, harus diaduk & jumlah pakan yg diberikan dikurangi.
    f. bubur pakan yg akan diberikan pd cacing tanah mempunyai perbandingan air 1:1.

    Penggantian Media

    Media yg sudah menjadi tanah/kascing atau yg telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak & induk dipisahkan & ditumbuhkan pd media baru. Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.

    Proses Kelahiran

    Bahan untuk media pembuatan sarang adalah: kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas koran/kardus/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yg tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk & ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran & kotaran ternak dijadikan satu dgn persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

    7. HAMA & PENYAKIT CACING TANAH

    Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dr pengendalian terhadap hama & musuh cacing tanah. Beberapa hama & musuh cacing tanah antara lain: semut, kumbang, burung, kelabang, lipan, lalat, tikus, katak, tupai, ayam, itik, ular, angsa, lintah, kutu & lain-lain. Musuh yg juga ditakuti adalah semut merah yg memakan pakan cacing tanah yg mengandung karbohidrat & lemak. Padahal kedua zat ini diperlukan untuk penggemukan cacing tanah. Pencegahan serangan semut merah dilakukan dgn cara disekitar wadah pemeliharaan (dirambang) diberi air cukup.

    8. PANEN CACING TANAH

    Dalam beternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yg dpt diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) & kascing (bekas cacing). Panen cacing dpt dilakukan dgn berbagai cara salah satunya adalah dgn mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dgn medianya. Ada cara panen yg lebih ekonomis dgn membalikan sarang. Dibalik sarang yg gelap ini cacing biasanya berkumpul & cacing mudah terkumpul, kemudian sarang dibalik kembali & pisahkan cacing yg tertinggal. Jika pd saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pd wadah semula & diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. & cacing tanah dpt diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan yg baru & kascingnya siap di panen.

    Blog Ini Didukung Oleh :


    Read more > Berternak / Budidaya Cacing Tanah

    Cara Budidaya Terung dan Budidaya Oyong


    Mengingat Pertumbuhan Penduduk Didunia Makin Hari Makin Meningkat Dan Tak Pelak Lagi Kebutuhan Atas Kosumsi Makanan Menjadi Meningkat Pula. Bisnis Di Pertanianpun Menjadi Daya Tarik Sendiri  Karena Bisa Menghasilkan Omset Yang Dibilang Lumayan Dan Mungkin Juga Penghasilan Yang Besar. Dibawah Ini Salah Satu Pembahasan Untuk Budidaya Terung dan Budidaya Oyong
    1.    Ciri-ciri dan jenis-jenis terung

    Terung memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    • Berbentuk perdu,
    • Berakar tunggang,
    • Batangnya keras, bercabang banyak, dan berbulu agak kasar,
    • Tumbuh di dataran rendah,
    • Bunganya berwarna ungu dan putih,
    • Bentuk buahnya bulat, lonjong, atau bulat panjang,
    • Warna buah ungu, putih, dan hijau bergaris putih,
    • Daging buah kenyal dan tidak  berair.
    Ada beberapa jenis terung yang dikenal oleh masyarakat luas, di antaranya sebagai berikut.

    a.    Terung kopek
    Bentuk buah terung kopek adalah bulat panjang dengan ujung tumpul. Adapun warna terung ini ungu atau hijau keputih-putihan.

    b.    Terung craigi

    Bentuk buah terung jenis ini adalah bulat panjang dengan ujung runcing; ada yang lurus dan ada yang bengkok. Adapun warna terungnya adalah ungu.

    c.    Terung bogor atau terung kelapa

    Bentuk terung jenis ini bulat besar. Warnanya putih, hijau keputih-putihan. Rasa terung ini renyah dan agak getir

    Terung gelatik atau terung lalap

    Bentuk terung jenis ini seperti terung bogor, tetapi lebih kecil. Jenis terung ini berwarna ungu atau putih kekuning-kuningan. Rasa terung ini renyah, tetapi tidak getir.

    2.    Bertanam terung

    Tanaman  terung banyak ditanam di pekarangan. Jenis sayuran ini dapat dengan mudah ditanam, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi.Selain itu, penanaman dan pemeliharaan tanaman terung termasuk mudah. Untuk bertanam terung, kamu harus memilih lahan yang subur dan cukup air. Musim tanam yang baik adalah  musim kemarau walaupun bisa juga musinm hujan.

    Jika akan bertanam terung, kamu harus menebar biji terung terlebih dahulu di pesemaian. Benih ini akan tumbuh setelah 10 hari. Setelah bibit terung berumur 1,5 bulan atau kira-kira berdaun empat  helai, bibit terung ditanam di lubang tanam tanam yang telah dipersiapkan di lahan yang telah diolah terlebih dahulu. Tiap lubang tanam ini diberi pupuk kandang atau pupuk kompos secukupnya.

    Dua minggu kemudian, kamu harus memberinya pupuk buatan. Pupuk buatan tersebut berupa urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 1:2:1. Tiap tanaman terung diberi pupuksekitar 12 g. pemberian pupuk ini tidak boleh terlalu dekat dengan  (Cucumis sativus L) berasal dari Asia Selatan. Mentimun banyak mengandung vitamin A, B, dan vitamin C. Ketiga vitamin itu sangat baik untuk tubuh  karena membantu pertumbuhan dan perkembangan tubuh.
    Budidaya Oyong

    Menanam Oyong

    Oyong adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki kandungan vitamin yang baik bagi kebutuhan manusia, karena oyong mengandung vitamin A, vitamin, dan vitamin C. walaupun oyong jenis sayuran yang kurang popular tetatapi oyong memiliki rasa yang tidak kalah enak disbanding dengan sayuran lain.

    Tanaman yang satu ini sering kita jumpai di pinggir-pinggir pagar atau tumbuh di dekat pohon besar.
    Ciri-ciri Oyong

    Oyong memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
    • Tanamannya hidup dengan merambat, dengan alat pemegang berbentuk pilin.
    • Berbatang panjang (bisa mencapai puluhan meter) dan kuat
    • Berdaun lebar dan berlekuk menjari dengan bulu halus
    • Buahnya berbentuk bulat panjang dan berusuk-rusuk (sepuluh buah)
    Cara Menanam Oyong

    Pada dasranya tanaman oyong dapat ditanam di segala tempat, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Namun, syarat yang terpenting untuk menanam oyong ini adalah tanahnya harus cukup mengandung cukup air, beriklim kering, dan kelembaban tanah.
    Tanah yang akan ditanami oyong tidak perlu dicangkul, tetapi buatlah lubang yang lebarnya kira-kira 25 cm dengan kedalaman 20 cm. jarak antar lubang tersebut 50-60 cm dan antara baris lubang kira-kira 200 cm.

    Setiap lubang diisi pupuk, boleh pupuk kandang atapun kompos sebanyak 1 kg. biji oyong tersebut dimasukan ke lubang yang  telah tersedia, kemudian ditutup dengan tanah tipis.
    Jika tinggi oyong sudah mencapai 50 cm, buatlah tiang yang terbuat dari bamboo dengan ketinggian 1,5-2 m. tiang tersebut berguna untuk merambatkan oyong. Pemeliharaan oyong dilakukan dengan cara memangkas dan mengurangi daunnya.

    Adapun hama yang sering menyerang oyong adalah oteng-oteng. Hama tersebut sering merusak daun dan bunga oyong.
    Setelah berumur 1,5-2 bulan, oyong dapat dipanen. Tanaman oyong yang terawatt dapat menghasilkan 1,5 kg buah setiap pohon.

    Manfaat Oyong

    Oyong mempunyai banyak manfaat, diantaranya sebagai obat dan sebagai makanan. Sebagai obat, oyong dapat digunakan untuk pembersih darah. Adapun sebagai makanan, oyong dapat digunakan sebagai sayur lodeh. Kulit buah oyong yang telah kering dapat digunakan untuk menggosok badan ketika mandi.


    Blog Ini Didukung Oleh :


    Read more > Cara Budidaya Terung dan Budidaya Oyong
     
     
    Copyright © blog
    Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo