Showing posts with label Usaha. Show all posts
Showing posts with label Usaha. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik



Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur. Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah.

Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya. Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Menurut Djafar Baco, pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.

Selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.
Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi.”Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil,” kata Djafar. (ant/san)
Semoga bermanfaat

Blog Ini Didukung Oleh :

Read more > Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik

Wednesday, April 24, 2013

Sayuran Kalengan Bisa Menjadi Peluang Usaha


Mencoba menciptakan peluang usaha baru, memang menjadi salah satu cara untuk memenangkan persaingan pasar. Hal ini pula yg mendorong munculnya usaha baru sayur kaleng “Gading”. Usaha yg mendapatkan ijin resmi dari BPOM dan sertifikasi halal MUI, pada bulan Januari 2010 ini. Menjadi angin segar bagi masyarakat yg tengah kesulitan mencari makanan instan tanpa bahan pengawet.

Produk sayur kaleng adalah contoh peluang usaha yg muncul dari hasil riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) unit Yogyakarta yg berada di desa Gading kecamatan Playen Gunungkidul. Sejak tahun 2005 dilakukan riset, untuk melihat daya tahan masakan bila dikemas dalam kaleng. Dan dari riset tersebut diperoleh hasil, bahwa proses pengalengan bisa membuat masakan sayur lebih awet hingga 1-2 tahun tanpa bahan pengawet sedikitpun. Dari situlah, mereka mulai mengembangkan usaha dgn memproduksi beberapa produk sayur tradisional kalengan. Seperti sayur lombok ijo, tempe kari, mangut lele serta gudeg. Produk-produk tersebut dikemas praktis dgn menggunakan kaleng, dan diberi merek “Gading” sesuai dgn nama daerah dimana usaha itu dijalankan.

Keunggulan produk Gading yg bisa bertahan lama tanpa menggunakan pengawet, diperoleh dari proses pengalengan yg dilakukan dgn meminimalisir adanya kontak udara saat proses pengepakan berlangsung. Selanjutnya sayur kaleng disterilisasikan menggunakan teknologi hampa udara dgn suhu lebih dari 121° C dan dibantu dgn tekanan dua atmosfer. Proses inilah yg menyebabkan bakteri dekomposer mati, sehingga sayur kaleng tidak membutuhkan bahan pengawet untuk memperpanjang proses kadaluarsanya.

Produk sayur kaleng Gading ini dipasarkan dgn harga yg cukup bersaing yaitu antara Rp 7.000,00 sampai Rp 12.000,00 untuk kemasan kaleng 250 gram. Sedangkan pemasaran dan distribusi produk sendiri, dilakukan dgn menggandeng koperasi LIPI Gading (Koliga). Dari koperasi tersebut, sayur kaleng Gading berhasil menjangkau pasar internasional. Bahkan kandungan gizi sayur tempe kari yg diproduksi Gading, dipercayai salah satu rumah sakit yg ada di Inggris sebagai makanan terapi untuk pasien kanker. Sehingga setiap bulannya sayur kaleng Gading mengekspor sedikitnya 6.000 kaleng sayur tempe kari ke rumah sakit tersebut.

Selain pasar internasional, sayur kaleng Gading juga mulai dikenalkan dipasar domestik. Namun tidak seperti pasar internasional, minat pasar domestik masih sangat kurang. Untuk meningkatkan minat pasar domestik, pemasaran dilakukan dgn cara menitipkan produk Gading di beberapa supermarket dan pusat oleh-oleh yg ada di Yogyakarta dan kota-kota sekitarnya.

Munculnya inovasi baru makanan tradisional yg dikemas secara praktis, dan terjamin kandungan gizinya ini. Menjadi salah satu peluang usaha baru dibidang kuliner, yg memiliki prospek pasar sangat besar.

Dan semoga dgn berkembangnya peluang usaha baru tersebut, bisa memperluas lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian daerah setempat. Sekian berita info bisnis dari kami, semoga informasi ini bermanfaat. Salam sukses.



Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Sayuran Kalengan Bisa Menjadi Peluang Usaha
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo