Showing posts with label Motivator. Show all posts
Showing posts with label Motivator. Show all posts

Sunday, April 7, 2013

Wanita Yang Sukses Menjual Kopi Harga Kaki Lima Kelas 'Starbucks'




Jakarta - Berawal dari pengalaman selama 16 tahun di industri pembuatan kopi, ibu rumah tangga asal Sidoarjo Jawa Timur ini sukses berbisnis kedai kopi harga kaki lima tapi bercita rasa kelas 'Starbucks'.

Adalah Yayank S. Sahara, ia memulai bisnis kedai kopi tepatnya Juni 2010 silam setelah keluar dari pekerjaan. Yayank bermodal hanya uang pesangon senilai Rp 6 juta memutuskan membuka sebuah kedai kopi kelas kafe.

Namun karena modal tak cukup, Yayank dibantu sang suami akhirnya membuat kedai kopi berkonsep kaki lima bernama Coffeezone di Gelanggang Olahraga Sidoarjo, Jawa Timur.

Meskipun modal awal tersebut sangat kecil dan berbekal kedai kaki lima, berkat ketekunan dan cita rasa menu kopi yang berkualitas, akhirnya banyak pelanggan yang datang dan menjadi pelanggan setia Coffeezone.

"Ketika aku kerja punya ide buka usaha, mulai batik busana muslim anak, cuma jalannya kurang sukses terus saya kelur kerja bikin usaha kopi. Cuma waktu itu, modalnya dari uang pesangon, ternyata uang pesangon itu nggak cukup bikin satu kafe. Akhirnya kita buka konsep PKL di Gor Sidoarjo tapi menu yang kita sajikan kopi bintang lima," tutur Yayank saat berbincang dengan detikFinance, Senin (4/3/2013).

Setelah berjalan beberapa bulan, ternyata ada pelanggan setianya yang ingin dibuatkan sebuah kedai kopi dengan konsep kafe di Gresik Jatim. Melalui konsep kemitraan, akhirnya Yayank menyanggupi permintaan sang pelanggan untuk membuka kafe milik pelanggannya namun dikelola oleh Yayank.

Ternyata, berawal dari sana kemudian permintaan membuka kedai kopi dari para pelanggan atau masyarakat cukup tinggi. Hingga akhirnya, sekarang telah dibuka 9 kedai kopi dengan konsep kafe dan island atau kedai kecil yang menumpang di mal-mal.

Semua kedai tersebut merupakan milik mitra dan tersebar dari Surabaya hingga Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) namun kedai kopi itu dikelola oleh perusahaan milik Yayank, Coffezone Indonesia. "Dari sana mulai terus sampai 9 kafe. Ada konsep kafe dan island," tambahnya.

Pesatnya perkembangan bisnis Coffeezone, tak terlepas dari ketekunan, kerja keras dan komitmen Yayank menjaga kualitas dan inovasi makanan dan minuman yang ditawarkan.

Untuk kopi, Yayank menawarkan citra rasa kopi dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, ada berbagai pilihan minuman sekelas Starbucks seperti cappucino, hazelnut coffee hingga coffee blended, chocolate ice blended, red bean green milk tea.

Selain itu ada ada juga makanan ringan yang melengkapi pilihan menu yang ditawarkan seperti pancake, sandwich dan banana stick.

"Kita jaga kualitas jangan sampai pelanggan saya bilang namanya bagus tapi rasa atau menu kopinya sama saja. Kopi saya pakai istilah kopi modern. Harga minuman Rp 10.000 sampai Rp 20.000 masih terjangkau untuk kelas mahasiswa," sebutnya.

Usaha yang dijalani Yayank bukannya semulus yang dibayangkan, karena posisinya pernah menduduki level yang cukup tinggi di perusahaan produsen kopi internasional. Yayank sempat dicibir karena memutuskan keluar pekerjaan dan membuka kedai kopi kaki lima namun berkat keteguhan hati dan kerja kerasnya, hal tersebut mengalahkan segalanya.

"Suami sebetulnya nggak tega liat, posisi saya sebagai kepala bagian, buka kedai kopi kaki lima dilihat orang malah jualan kaki lima, diketawakan. Namun keinginan saya mengalahkan cemohan. Akhirnya dari situ berjalan," paparnya.

Saat ini, Yayank berencana pada bulan Maret 2013 menambah 2 kedai kopi baru milik mitra di Surabaya.

Ia membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin membuka kedai kopi dengan merek Coffezone. Untuk membuka kedai kopi berkonsep kafe, seorang mitra cukup merogoh kocek Rp 75 juta dan konsep island dibandrol seharga Rp 45 juta. Apakah anda tertarik untuk membuka usaha kopi konsep Coffeezone atau sekedar ingin berkonsultasi soal bisnis kopi. 





Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Wanita Yang Sukses Menjual Kopi Harga Kaki Lima Kelas 'Starbucks'

Cerita Sukses Tukiyem Dalam Pertanian Arkeologi

 
JAKARTA. Petani perempuan merupakan salah satu elemen penting dalam menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi petani yang dicitakan. Berbagai aktivitas dan berbagai gerakan perjuangan yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia (SPI), tidak pernah terlepas dari daya dukung dari petani perempuan, baik saat berada di garis depan, maupun sebagai penyokong di barisan belakang. Artinya petani perempuan sangat berperan dalam berbagai aktivitas pertanian maupun dalam menunjang suksesnya kegiatan organisasi. Sebagai satu kesatuan gerakan massa tani, SPI telah menegaskan bahwa persoalan pertanian bukan hanya persoalan laki-laki dan perempuan, tetap lebih pada persoalan untuk menaikkan posisi tawar petani (perempuan dan laki-laki) untuk mewujudkan pembaruan agraria dan kedaulatan rakyat menuju keadilan sosial di negeri ini. Semakin besarnya tantangan SPI dalam menghadapi berbagai persoalan ketidakadilan yang dihadapi oleh petani, semakin mendorong SPI untuk membuat gerakan ini semakin massif , termasuk memassifkan peran dan perjuangan petani perempuan. Keterlibatkan semua unsur dari keluarga tani, baik itu petani perempuan dan laki-laki, pemuda- pemudi tani dan anak-anak petani akan semakin menguatkan perjuangan kaum tani ini. 
Musuh bersama kaum tani adalah kemiskinan, dimana rakyat semakin menurun tingkat kesejahteraan akibat dari paham pasar bebas dan arus liberalisasi pertanian yang dianut oleh pengambil kebijakan negeri ini, yang semakin mengancam keberadaan petani, khususnya petani kecil. Dengan perjalanan panjang perjuangan petani perempuan untuk melawan berbagai ketidakadilan serta pemiskinan tersebut selama ini, sepatutnya untuk dihargai dan diabadikan sebagai “api perjuangan”, sehingga mampu menginspirasi dan memotivasi para petani perempuan lainnya, terutama mendorong keterlibatan para kaum muda tani. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) SPI ke-14 yang jatuh pada tanggal 8 Juli setiap tahunnya, maka Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI, dalam hal ini Departemen Petani Perempuan menginisiasi untuk memberikan Penganugerakan Penghargaan Untuk Petani Perempuan anggota Serikat Petani Indonesia. Wilda Tarigan, Ketua Departemen Petani Perempuan DPP SPI memaparkan bahwa penghargaan ini diperuntukkan bagi mereka yang selama ini telah aktif memperjuangkan hak-haknya sebagai petani dan aktif mengembangkan nilai-nilai perjuangan SPI melalui praktek-praktek perjuangan petani dan aktivitas pertaniannya yang bertujuan mensejahterakan kehidupan petani. “Penghargaan ini juga bertujuan untuk semakin memotivasi keterlibatan dan peran aktif petani perempuan dalam perjuangan petani. Dan harapannya peran petani perempuan akan semakin massif, tampil dalam barisan terdepan gerakan kaum tani ini,” papar Wilda di sekretariat pusat DPP SPI di Jakarta (24/07). Oleh sebab itu, pada puncak peringatan perayaan harlah SPI ke-14 yang dipusatkan di di Jorong Sibaladuang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Minggu 15 Juli 2012, penghargaan telah ini diberikan kepada empat orang kader petani perempuan SPI. Penghargaan ini terbagi atas empat kategori yakni Pejuang, Pemimpin, Pengabdi, dan Penggerak Petani Perempuan SPI. 
Berikut ini profil singkat keempat penerima Penghargaan Petani Perempuan SPI ini: Pejuang Petani Perempuan Penghargaan Pejuang Petani Perempuan SPI diberikan kepada Juniar Br. Tampunolon. Seorang ibu yang berusia 47 tahun dan memiliki 12 anak yang salah satunya diberi nama Campesina yang berarti petani perempuan. Juniar bergabung dengan SPI sejak ormas ini masih berbentuk federasi dalam Serikat Petani Sumatera Utara (SPSU). Sejak terbentuknya Kelompok Tani Maju Bersatu (pada masa FSPI), Juniar Br. Tampubolon selalu aktif dalam perjuangan di kelompok dalam merebut kembali hak mereka atas tanah yang dikuasai oleh PT Bakrie Sumatera Plantation (PT BSP). Tidak jarang, ibu dari dua belaas anak ini mendapat tindak kekerasan dari aparat kepolisian ketika terjadi bentrok di lapangan. Namun hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berjuang merebut hak nya atas tanah. Bersama dengan petani perempuan lainnya dalam kelompok tersebut, beliau juga selalu berada di garis terdepan dalam setiap aksi-aksi baik aksi di lahan perjuangan maupun aksi demostrasi menyuarakan hak-hak mereka sebagai petani. Saat ini, Mak Incet, begitu sapaan akrab perempuan ini, juga sedang dikriminalisasi sebagai tahanan luar selama satu bulan dan masa percobaan selama tiga bulan atas tuduhan menguasai lahan tanpa ijin oleh Pengadilan Negeri Asahan. Tuduhan ini ditujukan kepadanya karena mengelola lahan yang selama ini dikuasai oleh PT BSP. Pemimpin Petani Perempuan Penghargaan Pemimpin Petani Perempuan SPI diberikan kepada Ernatati, dari Sumatera Barat. Ernatati adalah Ketua Dewan Pengurus Basis (DPB) SPI Solok Bio-Bio, yang semua anggotanya adalah perempuan. Beliau juga adalah inisiator terbentuknya koperasi Bundo Saiyo. Koperasi Bundo Saiyo yang digagas oleh Ernatati bergerak di bidang simpan pinjam karena notabene masyarakat di kampungnya bekerja sebagai petani gambir yang membutuhkan modal yang sangat besar mulai dari proses pembukaan lahan sampai pada masa panen. Hal ini cenderung membuat para petani sangat bergantung kepada tengkulak. 
Melihat kondisi yang demikian maka pada tahun 2001, Ernatati mengagas terbentuknya koperasi bersama beberapa orang petani perempuan lainya. Mereka juga mengadakan kegiatan yasinan setiap minggunya dengan cara bergiliran setiap rumah anggotanya, setelah selesai yasinan biasanya akan berlanjut pada kegiatan koperasi dan membicarakan masalah-masalah yang mereka hadapi. Ernatati juga berhasil menaikan upah buruh petani perempuan di kampungnya. Pengabdi Petani Perempuan Penghargaan Pengabdi Petani Perempuan SPI diberikan kepada Tukiyem, seorang petani dari Ponorogo, Jawa Timur. Tukiyem adalah anggota Panitia Kerja Petani Perempuan (PKPP) Jawa Timur yang dibentuk SPI untuk membantu kerja-kerja pengorganisasian petani perempuan. Saat ini beliau mempraktekkan pertanian organik di lahan yang disewa dari pemilik tanah. Tukiyem adalah pengurus kopersi simpan pinjam dan alumni sekolah lapang SPI tahun 2010. 

Tukiyem berhasil mengajak masyarakat sekitar desanya dan luar desanya untuk melaksanakan pertanian agroekologi dan membuat demplot di beberapa desa. Tukiyem juga sukses mempraktekkan SRI (System Rice Intensification) dalam tanaman padi, dan melaksanakan pemulian benih terutama benih padi. Pada bulan Juni 2012, ibu Tukiyem mewakili petani perempuan SPI ikut dalam pelatihan agroekologi yang dilaksanakan di Filipina. Penggerak Petani Perempuan Penghargaan Penggerak Petani Perempuan SPI diberikan kepada Oom Pramestuty. Petani perempuan yang tergabung bersama Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPI Sukabumi ini sukses memperjuangkan lahan pertanian mereka yang dirampas PT Sugih Mukti seluas 700 Ha, yang saat ini telah mereka tanami dengan tanaman pangan. Bersama-sama dengan anggota petani perempuan lain, Oom juga berinisiatif dalam membuka warung sembako sebagai usaha bersama, dengan sistem koperasi. Selain itu, Oom juga ikut dalam pelatihan kepemimpinan SPI dan saat ini membuat demplot pertanian organik dengan dampingan dari alumni sekolah lapang.





Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Cerita Sukses Tukiyem Dalam Pertanian Arkeologi
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo