Showing posts with label Global. Show all posts
Showing posts with label Global. Show all posts

Sunday, May 19, 2013

Kandungan Gizi Susu Kuda Liar

 
Ada banyak susu hewan yang layak dan sudah popular untuk dikonsumsi oleh masyarakat, baik karena khasiatnya ataupun karena rasanya yang enak. Khalayak umum telah mengenal susu sapi, susu kambing, susu kuda liar ataupun jenis lain yang belum banyak dikenal akan coba kita ulas.
Susu Kuda Liar

Kuda yang hidup secara ekstensif atau dibiarkan secara liar dia alam seperti khususnya di pulan Sumbawa lah yang pada tahun 1998 yang lalu mulai dikenal oleh khalayak umum untuk dikonsumsi susunya karena khasiatnya.

kuda sumba 300x181 Susu Kuda LiarSusu kuda liar dari Pulau Sumbawa tersebut menjadi popular karena khasiatnya banyak diekspos oleh media, hal tersebut tak lepas dari hasil dari penyelidikan Dr.  Drh.  Diana Hermawati.  MSi, berkat susu kuda liar asal pulau Sumbawa ini pula ia mendapat gelar Doktor dari Fakultas Pascasarjana IPB tahun 2005 silam.

Dari hasil penelitiannya diketahui bahwa keistimewaan susu kuda liar Sumbawa, tidak mengalami penggumpalan dan kerusakan meskipun tidak dipasteurisasi dan tanpa diberi bahan pengawet apapun.

Hebatnya susu kuda liar ini dapat disimpan dalam suhu kamar  sampai 5 bulan. Karena hal inilah dapat disimpulkan bahwa dalam susu kuda liar asal Sumbawa tersebut terdapat zat yang bisa menghambat tumbuhnya bakteri. Zat tersebut berupa senyawa anti mikroba alami.

Rimpu 6 Susu Kuda Liar

Khasiat susu kuda liar asal Sumbawa ini bisa dirasakan hanya dengan mengkonsumsi 25-5cc setiap hari, bisa sekali atau dua kal.

Efek dari susu kuda liar ini sangat baik untuk kesehatan saluran pencernaan, hal ini disebabkan susu kuda liar ini banyak mengandung prebiotik alami. Hanya dengan dosis yang dianjurkan atau sebanyak 50cc, maka prebiotiknya sudah dapat secara optimal menekan jumlah bakteri jahat yang terdapat dalam saluran pencernaan, berbagai penyakit yang muncuk pada saluran pencernaan seperti tifus, kolera, disentri juga TBC, Leukimia dan Tumor . Susu ini juga dapat menjaga kebugaran tubuh, memperbaiki stamina yang loyo

Sebelumnya peredaran susu kuda liar asal Sumbawa sempat dilarang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena dinilai promosi susu ini bersifat menyesatkan dan khasiatnya meragukan karena belum diuji coba secara klinis. Namun semua itu kini terbantahkan berkat penelitian Diana

Bahkan di rusia sudah sejak tahun 1962 susu kuda liar dipakai di banyak rumah sakit – rumah sakit di daerah Samara, Moskwa, Leningrad, Volinsk, jika dihitung sudah ada sebanyak 23 rumah sakit di Rusia yang memanfaatkan Susu kuda liar. Susu kuda liar di rusia di olah menjadi Koumis yangd igunakan untuk Koumis therapy yang digunakan untuk mengobat penyakit penyakit seperti tuberculosis (TBC), saluran pencernaan, avitaminosis, anemia (lesu darah), penyakit kardiovaskuler, lever dan ginjal.

Masyarakat meyakini bahwa susu kuda Sumbawa mempunyai khasiat dapat mengobati bermacam-macam penyakit namun demikian khasiat tersebut belum berdasarkan pada hasil penelitian. Lebih lanjut, masyarakat yang mengkonsumsi susu kuda Sumbawa yakin khasiatnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, tuberkulosis paru-paru, saluran kencing, anemia, saluran pencernaan dan jenis penyakit lainnya yang tidak dapat ditanggulangi oleh dokter, sehingga oleh masyarakat sering disebut sebagai ‘obat dewa’.

Di lain pihak ada sebagian masyarakat yang menyangsikan khasiat susu kuda Sumbawa sebagai obat, sebagaimana dikutip dari pemberitaan beberapa media masa. Sementara, hasil pengujian di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di beberapa daerah menunjukkan bahwa susu kuda Sumbawa bersifat asam dengan, pH 3-4, tidak mengandung bakteri patogen, bahan pengawet maupun bahan yang membahayakan, serta nilai gizinya baik dan kadar lemaknya rendah, yaitu 0,97%.

Kalo sudah soal khasiatnya, tentu saja setiap produk itu ada efek sampingnya.

Menurut cerita konsumen yang sudah sering mengkonsumsi susu ini, ada efek sampingnya , hal tersebut terjadi karena kondisi perut konsumen tersebut tidak cocok dengan susu, atau tidak dapat menerima susu pada umumnya.

Reaksi awal biasanya terjadi 2 – 3 jam setelah mengkonsumsi, pada penderita penyakit jantung dan paru paru, dada akan terasa sesak dan panas, namun efek yang demikian tersebut tidaklah lama, hal tersebut terjadi karena proses yang terjadi dalam tubuh, dimana susu kuda liar Sumbawa tersebut memerangi penyakit yang ada.

Susu kuda yang telah difermentasi diberitakan khasiatnya lebih baik daripada yang segar. Fermentasi yang terjadi juga sagantlah baik, karena fermentasi tersebut terjadi tanpa menambahkan bahan2 apapun dari luar. Terjadi alami saja.

Baik juga untuk mengurangi rasa asamnya, susu kuda liar ini ditambahkan madu untuk mengkonsumsinya. Bisa juga ditambahkan madu arab yang juga sangat berkhasiat .

Pada penderita Maag, sebaiknya mengkonsumsi susu kuda liar ini setelah makan dan dikonsumsi 2x sehari.

Menurut peneliti utama pada Puslitbang Gizi Depkes RI Dr Hermana MSc APU, susu kuda, termasuk susu kuda Sumbawa, lebih cocok dikonsumsi bayi, karena komposisi kandungan gizinya sangat mendekati air susu ibu (ASI).

Dosen tamu di Institut Peranian Bogor ini menjelaskan kadar casein, laktosa, lemak, protein, dan mineral, serta komposisi asam lemaknya pun terdiri dari asam lemak rantai pendek yang mudah diserap.

Jika dilihat dari komposisinya maka susu kuda liar ini tidaklah berbeda dengan susus jenis lain, namun menurut laporan FAO komposisi kadar gizi yang ada dalam susu kuda liar ini mendekati atau mirip dengan ASI, jika dibandingkan dengan susu sapi segar yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh bayi. Kandungan casein yang tinggi pada susu sapi segar akan menggumpal dan susah dicerna pada saluran pencernaan bayi.

Proses fermentasi yang terjadi pada susu kuda liar, adalah mengubah laktosa menjadi asam . hal tersebut membantu melancarkan pencernaan, proses fermentasi juga berfungsi untuk menghindari penggumpalan protein.
Blog Ini Didukung Oleh :

Read more > Kandungan Gizi Susu Kuda Liar

Thursday, April 18, 2013

Kisah Sukses Peternak Kenari Merah


Kicau burung kenari merah menyergap saat pintu dibuka.Ratusan indukan dan anakan kenari merah berkelir oranye bertengger di sangkar-sangkar yang tersusun rapih.  Berkicau tiada henti. Rumah kenari adalah salah satu tempat rujukan para penghobi kenari merah jenis Red Identik (RI). Spesies yang masih jarang di pasar burung Indonesia. “Banyaknya kenari merah import, tapi 70 persen palsu,” kata Wiga M. Anugerah pemilik Rumah Kenari.

Bisnis ini sendiri sebetulnya berawal hobi Wiga dan suaminya. Pengalaman tertipu setelah menggelontorkan ratusan juta saat membeli kenari merah import membuat mereka berdua mengembangkan sendiri burung asal Pulau Kanari, Samudera Atlantik ini. “Kami memulai usaha ini sejak tahun 2003,” kata Wiga.

Perlahan tapi pasti, selama hampir 9 tahun Wiga berusaha menyilang kenari merah agar menghasilkan induk asli. “Dulu banyak yang palsu, jadi harus menyilang sendiri. Sekarang indukan yang ada ini sudah hasil silang sendiri,” tutur ibu satu orang anak ini. Saat ini Rumah Kenari memiliki 72 pasang indukan dan 200 ekor anakan. “Kalau sudah jadi biasanya langsung terjual terus,” katanya.

Karenanya anakan kenari merah yang dikembangkan asli Rumah Kenari jadi rujukan para penghobi. “Pembeli datang dari seluruh Indonesia,” katanya. Dalam sebulan, Rumah Kenari bisa menghasilkan 60-80 anakan berusia 1,5 bulan. “Kalau indukan tidak kita jual,” katanya. Anakan kenari merah ini dibandrol dengan harga yang bervariasi.dari 750 ribu sampai tiga juta rupiah. Saking tingginya animo pembeli, Wiga mesti menerapkan sistem indent untuk para pembeli. “Dulu baru sebulan sudah habis,” cetusnya.

Wiga mengembangkan kenari merah asli dengan tips khusus. “Kenari merah sangat langka, di sini sistem ternaknya beda-beda. Tapi punya kami istimewa,” katanya.

Salah satunya menyilang dengan tidak memakai cara poligami. “Indukannya harus pasangan tetap,” katanya. Di tiap kandang, Wiga menempatkan satu indukan jantan dan betina. “Kalau jantannya satu untuk beberapa betina pertumbuhan anakannya jadi tidak bagus,” katanya.

Metode satu jantan untuk banyak betina ini rajin dilakukan oleh sejumlah peternak. “Dari segi hasil, kenari yang dihasilkan bisa banyak. Tapi kami lebih mengejar kualitas daripada kuantitas,” katanya. Selain itu, dengan metode poligami, “usia kenari juga tidak akan lama, kalau yang asli bisa sampai 10 tahun,” paparnya.

Kenapa saat ini masih banyak yang beranggapan jika kenari merah itu berwarna merah bukan oranye? Menurut Wiga, kenari merah RI memang berwarna oranye. “Kalau yang merah full itu palsu,” katanya. Sehabis mabung atau berganti bulu, kenari palsu ini bulunya biasanya rontok dan berubah warna berbeda dengan yang asli, usai mabung warnanya makin bagus.
Mengembangkan kenari merah RI menurutnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Sampai saat ini, Wiga tidak merekrut pekerja khusus untuk menangani kenari-kenari tersebut. Sehari-hari, Wiga hanya dibantu seorang pekerja yang merangkap sebagai pembantu rumah tangga. “Tidak butuh ruangan yang besar dan waktu yang banyak. Sangat simpel,” katanya.

Di Rumah Kenari, Wiga tidak menata kenari-kenari tersebut secara khusus. Ruangan di lantai dua, didesain agar sinar matahari leluasa masuk. “Sinar matahari perlu sekali,” katanya. Selain itu, ruangan ternak harus tertutup dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Pengembangbiakan yang baik ini kerap membuat sejumlah konsumen meminta Wiga untuk memberikan pelatihan di daerah asal mereka. “Saya kan waktu dan tenaganya terbatas, sementara ini kalau mau belajar datang langsung kesini saja,” katanya. Agar tak dicap hanya menjual kenari, pada setiap konsumennya, Wiga memberikan compact disc berisi cara perawatan Kenari pada konsumennya.
Keunggulan Rumah Kenari mengembangbiakan kenari merah asli membuat sejumlah pejabat semisal Wali Kota Surabaya, Mayor Jenderal (Purn) Zainuri Hasyim menjadi konsumen tetap. “Ada juga dokter, kepala-kepala dinas sampai pengusaha,” katanya. Siapa tertarik?





Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Kisah Sukses Peternak Kenari Merah

Kisah Sukses Petani Singkong


Petani singkong gajah di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim, mengaku dapat menghasilkan keuntungan bersih senilai Rp52 juta per hektare, setelah dipotong biaya produksi dan lainnya.

"Keuntungan yang diperoleh petani tersebut merupakan hasil sekali panen singkong Gajah oleh petani di Kota Bangun yang dilakukan 12 bulan setelah masa tanam," ujar Fitria Yulianti, penjaga gerai Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar dalam Expo Erau di Tenggarong, Kamis (5/7).

Yulianti menerangkan keuntungan petani singkong tersebut, berdasarkan pamplet yang dicetak Dinas Pertanian Kukar untuk dibagikan kepada pengunjung selama Expo (pameran) Erau yang berlangsung mulai 1 hingga 8 Juli, atau sama dengan jadwal Festival Erau Adat Pelas Benua Etam. Berdasarkan analisa yang dilakukan tim dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kukar di Kota Bangun hingga 23 Juni 2012, maka pembukaan lahan untuk tanaman singkong gajah atau ubi kayu varietas Gajah sangat menguntungkan petani.

Rincian dari awal adalah biaya pembukaan lahan tanam singkong seluas 1 hektare (ha) dibutuhkan dana Rp7.000.000, pembajakan dengan hand traktor untuk 1 ha dibutuhkan biaya Rp3.000.000. Kemudian upah pengguludan lokasi tanam Rp2.000.000, pembelian bibit singkong Gajah sebanyak 7.000 batang yang masing-masing batang seharga Rp600 sehingga total mencapai Rp4.200.000, kapur pertanian sebanyak 2.500 kg dengan harga Rp1.500 per kg, sehingga total Rp3.750.000.

Biaya upah tanam Rp1.000.000, pemeliharaan Rp1.000.000, pestisida Rp200.000, pemupukan Rp4.300.000, upah panen Rp1.500.000, ongkos angkut Rp1.000.000, biaya tak terduga Rp1.000.000, bunga bank 16 persen senilai Rp4.872.000. Dari semua biaya produksi tersebut, jika ditotal maka pengeluaran oleh petani hingga berada di lokasi penjualan oleh pengepul mencapai Rp35.322.000.

Kemudian produksi sesuai ubinan yang dilakukan di Kota Bangun itu pada 23 Juni 2012 untuk 1 ha lahan singkong Gajah mencapai 125 ton (125.000 kg). Sedangkan harga singkong di tingkat petani adalah Rp700 per kg. Jika ditotal, maka pendapatan kotor petani mencapai Rp87.500.000. Kemudian dikurangi biaya produksi yang sebesar Rp35.322.000, maka pendapatan bersih petani di lahan 1 ha itu sebesar Rp52.178.000.



Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Kisah Sukses Petani Singkong

Wednesday, April 17, 2013

Bahaya Petisida Bagi Kesehatan


Selain berdampak pada kerusakan lingkungan, residu pestisida juga berbahaya bagi kesehatan, baik dalam jangka panjang atau pun pendek. Salah satunya adalah menghambat perkembangan kognitif. Pada kehamilan bisa beresiko terjadinya kelainan bawaan. Residu pestisida ini bisa terdapat dalam jenis buah dan sayuran segar, sehingga kita memerlukan kehati-hatian dalam mengkonsumsinya. Penggunaan pestisida bisa terjadi pada saat proses produksi di lahan atau selama pasca panen.

Dibawah ini beberapa bahaya pestisida yaitu

Pestisida Menyebabkan Kemandulan
Salah satu pestisida adalah atrazine, pembunuh gulma yang banyak digunakan di pertanian tebu dan terdeteksi dalam air keran. Para ilmuwan dan dokter mengemukakan bahwa pestisida ini meningkatkan risiko keguguran dan kemandulan (kualitas dan mobilitas sperma menurun).

Bahaya Pestisida Pada Kehamilan, Bayi, dan Anak
Pestisida yang tidak sengaja termakan oleh ibu hamil dapat menyebabkan bayi cacat lahir. Cacat lahir seperti spina bifida, bibir sumbing, kaki pengkor, dan sindrom down bisa diakibatkan paparan pestisida. Untuk memperkecil resiko, ibu hamil harus selektif dalam mengkonsumsi makanan dan minuman.

Paparan pestisida selama 3 bulan sebelum konsepsi dan selama kehamilan akan meningkatkan resiko keguguran spontan pada ibu hamil. Selain itu, bayi yang dilahirkan juga beresiko terkena leukimia dan kecerdasannya bisa terganggu.

Bila terpapar pestisida sejak kehamilan akan berpengaruh pada pembentukan janin dalam kandungan. Residu pestisida bisa meningkatkan risiko kelainan bawaan tertentu selama perkembangan janin. Apalagi selama perkembangannya janin belum mampu mendetoksifikasi racun yang ada. Sementara otak dan sistem saraf sendiri masih terus berkembang hingga anak berusia 12 tahun.

Pada anak, paparan pestisida dapat menurunkan stamina tubuh serta perhatian dan konsentrasinya. Begitu pun memori dan koordinasi tangan mata yang terganggu, serta semakin besar kesulitan anak dalam membuat gambar garis sederhana.

Anak yang terpapar residu pestisida sejak balita, ketika usia SD kecerdasannya akan menurun. Sebuah penelitian yang dilakukan di Meksiko terhadap anak yang mengkonsumsi anggur disemprot pestisida dan yang tidak disemprot pestisida, menunjukkan perbedaan kognitif yang signifikan.

Pengaruh Pestisida Terhadap Perubahan Hormon

Jangka panjang dari paparan pestisida secara terus menerus dalam waktu sekitar 20-30 tahun akan terjadi perubahan hormonal dan sistem reproduksi. Pada anak laki-laki diistilahkan dengan demasculinisation, yaitu hilangnya sifat-sifat maskulin. Sementara pada anak perempuan disitilahkan dengan defeminisasion. Jadi anak mengalami perubahan orientasi seksualnya.

Pestisida Menyebabkan Diabetes

Bertahun-tahun ilmuwan percaya ada hubungan antara diabetes dengan pestisida. Menurut jurnal yang diterbitkan di Diabetes Care, orang yang mengalami kelebihan berat badan dan dalam tubuhnya terdapat pestisida golongan organoklorin berisiko tinggi terkena diabetes. Untuk menghindarinya, konsumsi makanan organic dan hindari penyegar udara kimia dan produk-produk artifisial yang beraroma.

Pestisida Menyebabkan Kanker

Pestisida cukup erat hubungannya dengan kanker. Lebih dari 260 pestisida berkaitan dengan beragam jenis kanker seperti limfoma, leukemia, sarcoma, jaringan lunak, otak, kanker hati, dan kanker paru-paru.

Pestisida Menyebabkan Autisme

Perpaduan antara gen dan polutan yang masuk ketika ibu hamil dipercaya para peneliti sebagai penyebab autisme. Kebanyakan insektisida membunuh hama dengan mengganggu fungsi saraf. Mekanisme yang sama terjadi pada janin yang terpapar insektisida. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2010 oleh Universitas Harvard menunjukkan urin yang mengandung pestisida berbahan aktif organofosfat pada anak-anak lebih mungkin mengalami ADHD dan hiperaktif dibanding urin pada anak-anak yang tidak tercemar pestisida.

Pestisida menyebabkan Obesitas

Kadang pestisida bertindak sebagai hormon palsu dalam tubuh. Hormon ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur pengeluaran hormon yang sehat. Menurut penelitian yang dimuat jurnal Environmental Health Perspectives, lebih dari 50 jenis pestisida diklasifikasikan sebagai pengganggu hormon, di antaranya dapat memicu sindrom metabolik dan obesitas.

Pestisida Menyebabkan Parkinson
Penyakit gangguan degeneratif sistem saraf pusat atau yang sering mengganggu penderita keterampilan motorik, pidato, dan fungsi-fungsi lainnya atau Parkinson sangat berhubungan dengan paparan pestisida. Penelitian yang dilakukan menunjukkan penyakit ini berkaitan erat dengan paparan insektisida dan herbisida dalam jangka waktu yang panjang.

Dengan bertambah pengetahuan kita mengenal berbagai macam bahaya dari pestisida ini maka sudah sewajarnya kalau kita memang harus berhati-hati terhadap pengaruh negatif dari pestisida apalagi bila penggunaannya berlebihan.

Peneliti Kesehatan Masyarakat dari Universitas Gajah Mada, Nurul Kodriati, M.Med Sc., mengatakan bahwa saat ini banyak petani menggunakan berbagai bahan kimia untuk menjaga tanaman dari serangan hama. Tak cukup satu macam, kata Nurul, satu jenis buah atau sayuran bisa menggunakan 17 - 55 macam bahan kimia yang berbeda.

Menurut Nurul, buah yang paling banyak terpapar pestisida sehingga banyak residu yang menempel di kulitnya adalah apel, pir, serta anggur. Pada sayuran, jenis yang paling banyak terpapar pestisida adalah seledri, bayam, paprika, dan wortel.

Ambil contoh buah apel. Meski terlihat segar dan menggoda, kata Nurul,  setidaknya ada tiga kandungan pestisida yang paling sering ditemui pada apel, yakni thiabendazole, diphenylamine, dan acetamiprid. Dampak bahan kimia tersebut bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis bahan kimianya dan seberapa banyak kita terpapar.  Apa saja efeknya? Sedikitnya ada empat efek, yakni efek karsinogen (bisa menimbulkan kanker), hormone disruptor (mengganggu sistem hormonal), neurotoxin (mempengaruhi sistem saraf), dan mengganggu pertumbuhan serta fungsi reproduksi.

Berikut ini contoh bahaya bahan aktif pestisida terhadap kesehatan

    - Asefat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, kelainan alat reproduksi.
    - Aldikard sangat beracun pada dosis rendah.
    - BHC beresiko menyebabkan kanker, beracun pada alat reproduksi.
    - Kaptan beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen.
    - Karbiral beresiko menyebabkan mutasi gen, kerusakan ginjal.
    - Klorobensilat beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, keracunan alat reproduksi.
    - Klorotalonil beresiko menyebabkan kanker, keracunan alat reproduksi.
    - Klorprofam beresiko menyebabkan kanker, mutasi gen, pengaruh kronis.
    - Siheksatin beresiko menyebabkan Karsinogen.
    - DDT beresiko menyebabkan Cacat lahir, pengaruh kronis.



Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Bahaya Petisida Bagi Kesehatan

Tuesday, April 16, 2013

Sensus Pertanian Diharapkan Akurat Oleh Petani


Para petani yang masuk dalam Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengharapkan Sensus Pertanian yang akan dilaksanakan pada 1-31 Mei 2013 menghasilkan data yang benar-benar akurat sehingga tidak ada lagi perbedaan antara data Badan Pusat Statistik (BPS) dengan kondisi di lapangan.

Ketua KTNA Winarno Tohir dimengatakan, BPS merupakan satu-satunya lembaga yang dipercaya mengeluarkan data, oleh karena itu Sensus Pertanian 2013 diharapkan lebih bagus dari kegiatan sebelumnya. "Ini merupakan sensus 10 tahunan dengan biaya yang tinggi, oleh karena itu (BPS) harus menghasilkan data yang akurat, jangan sampai ada kalibrasi data, yakni tidak sama antara data dengan di lapangan," katanya di Jakarta,akhir pekan lalu.

Winarno mengatakan, ketidakakuratan data antara hasil sensus yang dilakukan BPS dengan kondisi sebenarnya di lapangan akan berdampak besar, apalagi ini menyangkut produksi pangan nasional. Ketika ditanyakan kemungkinan data dari hasil sensus pertanian yang dikeluarkan BPS selama ini tidak akurat, dia menyatakan, indikasi itu bisa saja terjadi.

Data angka ramalan (Aram) BPS untuk produksi padi, jagung dan kedelai dari tahun ke tahun tak pernah turun bahkan Angka Tetap (Atap) juga terus baik, namun impor juga jalan. "Selama ini BPS selalu menyatakan produksi pangan seperti padi, jagung, daging cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional namun kenyataannya kita masih selalu impor," katanya.

Oleh karena itu, untuk menghasilkan data yang akurat, pihaknya meminta BPS memanfaatkan teknologi modern yang telah dimilikinya dalam melakukan sensus pertanian nantinya. Winarno mencontohkan, untuk pendataan lahan pertanian seharusnya BPS menggunakan citra satelit bukan lagi pandangan mata karena hasilnya lebih akurat.

BPS, tambahnya, memiliki alat-alat yang modern untuk melakukan pendataan sudah seharusnya kalau teknologi tersebut dimanfaatkan, terlebih lagi Sensus Pertanian 2013 menelan biaya hingga Rp1,4 triliun.

Dia mengingatkan, 2013 merupakan tahun politik oleh karena itu jika data yang dihasilkan BPS tidak akurat dikuatirkan dapat menimbulkan keributan. "Di tahun politik hal ini sangat peka. Kalau data menunjukkan produksi tinggi tapi kenyataannya impor pasti nantinya bisa ribut," katanya.

Menyinggung usulan agar Kementerian Pertanian melakukan sensus serupa, Ketua KTNA menyatakan, hal itu tidak perlu apalagi selama ini yang dilindungi undang-undang adalah data BPS. Menurut dia, yang diperlukan adalah pengawas independen seperti melibatkan organisasi tani dalam kegiatan sensus pertanian sehingga nantinya mampu menghasilkan data yang benar-benar akurat dan sesuai kondisi di lapangan. "Jika (datanya) telah masuk lembaran negara maka akan susah untuk diluruskan. oleh karena itu data 2013 harus diakuratkan, sebab semuanya berangkat dari data," katanya.

Jadi Alat Ukur

Hal senada juga diungkapkan Pengamat Pertanian Teguh Boediyana. Dia mengatakan, Sensus Pertanian Mei mendatang memiliki arti yang sangat penting karena data dan angka yang didapat akan menjadi salah satu angka untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan kesempatan memasuki Asean Economic Community (AEC).

Dalam AEC, lanjutnya, antara lain Asean akan menjadi pasar tunggal dengan konsekuensi adanya kebebasan arus barang dan jasa keluar masuk ke negara-negara anggota serta tidak ada lagi hambatan tarif dan non tarif di antara negara Asean.

Menurut dia, agroklimat antara negara-negara di Asean sama sehingga hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia apakah akan mampu memasok produk-produk pertanian ke negara tetangga atau hanya menjadi pasar potensial saja.

Teguh mengatakan, hasil Sensus Pertanian 2013 setidaknya akan menjadi potret kinerja Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid 1 dan 2 di bidang pertanian. "Sesuaikah hasilnya dengan uang rakyat yang telah digelontorkan melalui APBN. Jangan sampai hasil sensus dimanipulasi untuk memberi stempel sukses. perlu dihindarkan pemanfaatan pasal rahasia negara atas data sensus," katanya.

Pada kesempatan itu dia mengharapkan BPS kerja dengan total, jujur dan profesional begitu juga dengan para petugas sensus di lapangan. "Sensus Pertanian diharapkan dapat digunakan BPS untuk menghapus sikap keraguan sebagian masyarakat akan validitas data BPS," katanya.

Menurut dia, data dan angka hasil sensus BPS nantinya menjadi tonggak angka resmi di bidang pertanian sehingga sebaiknya tidak ada kompromi data dengan data sektoral yang dirilis Kementerian Pertanian.

Terkait upaya menghasilkan data yang akurat, Teguh yang juga Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) itu menyatakan, sebaiknya BPS melibatkan pemangku kepentingan dalam melaksanakan Sensus Pertanian nantinya, seperti DPR ataupun organisasi tani.

"Tapi bukan mengarahkan mereka ke lokasi yang sudah ditentukan, sebaliknya biarkan mereka yang menentukan atau memilih lokasi yang akan disensus sehingga mereka benar-benar bisa melihat kinerja petugas BPS di lapangan," katanya.

Teguh menyatakan, Sensus Pertanian yang dilaksanakan setiap 10 tahun tersebut bisa dijadikan indikasi untuk menunjukkan kredibilitas BPS oleh karena itu lembaga tersebut sudah seharusnya membuktikannya kepada masyarakat.



Blog Ini Didukung Oleh :


Read more > Sensus Pertanian Diharapkan Akurat Oleh Petani
 
 
Copyright © blog
Blogger Theme by Blogger Designed and Optimized by Tipseo